Jumat, 16 Apr 2021 09:00 WIB

Embrio Chimera Monyet-Manusia Berhasil Dikembangkan, Picu Perdebatan Etik

Firdaus Anwar - detikHealth
Sel manusia berwarna hijau menyala pada embrio chimera. Ilustrasi sel manusia di chimera. (Foto: BBC)
Jakarta -

Tim peneliti dari Amerika Serikat-China dilaporkan berhasil menciptakan embrio monyet yang mengandung sel manusia. Hal ini dilakukan dengan menginjeksi embrio monyet kra dengan sel punca manusia.

Dilaporkan dalam jurnal Cell, embrio hibrida monyet-manusia dilaporkan bertahan hidup dan dipelajari sampai 20 hari di cawan petri laboratorium sebelum akhirnya dimusnahkan.

Peneliti mengaku bertujuan ingin melihat bagaimana sel manusia bisa bertahan di antara sel hewan. Pada akhirnya mengembangkan potensi menggunakan hewan untuk menumbuhkan organ manusia.

"Pendekatan chimera bisa sangat berguna untuk memajukan ilmu biologi medis. Tidak hanya pada tahap awal kehidupan, tapi juga di fase berikutnya," kata pemimpin studi Profesor Juan Carlos Izpisua Belmonte dari Salk Institute, dikutip dari BBC pada Jumat (16/4/2021).

Pada tahun 2017, tim yang dipimpin Prof Juan juga pernah dilaporkan berhasil menciptakan embrio chimera babi-manusia pertama di dunia.

Mahluk dengan sel dari dua organisme atau lebih disebut juga sebagai chimera. Penelitian ini memicu perdebatan etik, sampai sejauh mana embrio dibiarkan hidup karena bisa saja dibiarkan berkembang lebih dari 20 hari.

"Peneliti di balik riset ini mengatakan embrio bisa memberi kesempatan belajar karena eksperimen serupa tidak bisa dilakukan pada manusia. Tapi, apakah embrio ini sebenarnya juga manusia atau bukan bisa diperdebatkan," komentar peneliti etika biologi medis Dr Anna Smajdor dari Norwich Medical School.



Simak Video "Simak! Aturan Halal Bihalal Saat Idul Fitri di Masa Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)