Sabtu, 17 Apr 2021 07:16 WIB

Ashanty Ambil Darah untuk Vaksin Nusantara, Nggak Bisa Dapat Vaksin Biasa?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Ashanty Ashanty ikut ambil darah untuk vaksin nusantara (Foto: Palevi/detikHOT)
Jakarta -

Bersama Anang Hermansyah suaminya yang juga anggota DPR RI, Ashanty turut mendatangi RSPAD Gatot Soebroto. Ia menjalani pengambilan darah untuk diproses menjadi vaksin nusantara.

"Anang dengan Ashanty. Semua pengambilan sampel (darah)," ujar peneliti utama vaksin Nusantara, Kolonel dr Jonny, saat dikonfirmasi, Jumat (16/4/2021).

Terlepas dari kontroversi uji klinis fase II yang tidak mengantongi izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), vaksin nusantara yang berbasis sel dendritik memang menawarkan kelebihan karena bersifat personalized. Kelebihan ini menjawab harapan orang-orang dengan kondisi tertentu yang tidak bisa mendapat vaksin COVID-19 lainnya.

Anggota DPR RI Adian Napitupulu misalnya, melirik vaksin nusantara karena punya riwayat penyakit jantung dan sudah memiliki 5 ring terpasang di jantungnya. Dengan adanya laporan pembekuan darah pada beberapa penerima vaksin AstraZeneca dan Johnson & Johnson, ia merasa berisiko mendapat vaksin yang ada saat ini.

"Saya punya penyakit jantung, ring sudah 5. Komorbid, jadi ada penyakit penyerta. Saya cari literasi terkait Sinovac, nggak bisa. Lalu AstraZeneca, efeknya penggumpalan darah itu bahaya buat jantung. Hari ini Johnson & Johnson juga ditunda pemberlakuannya di Amerika karena pembekuan darah," ujarnya saat ditemui di lokasi uji klinik vaksin Nusantara, RSPAD Gatot Soebroto, Rabu (14/4/2021).

Anggota DPR RI Adian Napitupulu mendatangi RSPAD Gatot Soebroto Rabu (14/4/2021)Anggota DPR RI Adian Napitupulu pilih pakai vaksin nusantara karena merasa punya komorbiditas penyakit jantung. Foto: Vidya Pinandhita/detikHealth

Bagaimana dengan Ashanty, apakah memilih vaksin corona dengan alasan yang sama? Seperti diketahui, Ashanty memiliki kondisi autoimun, salah satu kondisi komorbiditas COVID-19 yang butuh perhatian khusus untuk bisa menerima vaksin COOVID-19.

Rekomendasi dokter terkait pemberian vaksin COVID-19, khususnya CoronaVac buatan Sinovac, pada pengidap autoimun sempat mengalami perubahan. Sebelumnya, rekomendasi Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) menyebut pengidap beberapa penyakit autoimun sistemin seperti Systemic Lupus Erythematosus (SLE) 'belum layak' untuk vaksinasi CoronaVac.

Namun rekomendasi ini berubah pada panduan terbaru. Dalam panduan terbaru yang dikeluarkan pada 18 Maret 2021, individu dengan penyakit autoimun layak untuk mendapat vaksinasi jika penyakitnya sudah dinyatakan stabil sesuai rekomendasi dokter yang merawat.

Kondisi lain yang juga mempersulit Ashanty untuk bisa mendapat vaksin CoronaVac adalah riwayat COVID-19 yang membuatnya sempat kritis beberapa waktu lalu. Meski saat ini Ashanty sudah sembuh, rekomendasi PAPDI mengharuskannya menunggu 3 bulan sebelum bisa mendapat vaksin CoronaVac.

"Penyintas COVID-19 jika sudah sembuh minimal 3 bulan, maka layak diberikan vaksin COVID-19," tulis PAPDI.



Simak Video "Usai Vaksinasi Nusantara, Anang: Aku Nggak Ada Gejala Aneh-Aneh"
[Gambas:Video 20detik]
(up/kna)