Selasa, 20 Apr 2021 11:16 WIB

Tren Viral Sujud 'Freestyle' Rawan Picu Dislokasi Sendi, Ini Alasannya

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Jakarta -

Tren sujud 'freestyle' tengah viral di media sosial. Banyak dilakukan oleh anak-anak yakni dengan pose handstand seperti salah satu emoji di game Free Fire.

Pose ini terbilang ekstrem, sangat tidak dianjurkan untuk dilakukan tanpa latihan dan teknik yang benar. Salah tumpuan bisa menyebabkan patah tulang maupun dislokasi sendi, apalagi pada anak-anak.

Menurut dr Bobby Nelwan SpOT(K-Sport), dokter ortopedi dari Royal Sport Medicine Centre, anak-anak cenderung memiliki tulang yang tipis dibanding usia dewasa. Apalagi jika mereka tidak terbiasa melakukan aksi tersebut.

"Pada anak-anak tulangnya relatif tipis, lebih kecil dibandingkan pada orang dewasa sehingga pada anak-anak lebih mudah patah dibandingkan orang dewasa," jelas dr Bobby saat dihubungi detikcom Selasa (20/4/2021).

Emoji game yang diduga menginspirasi gerakan sujud freestyle.Emoji game yang diduga menginspirasi gerakan sujud freestyle. Foto: Tangkapan layar viral


Dihubungi terpisah, Prof Dr dr Achmad Fauzi Kamal SpOT menjelaskan, apapun aktivitasnya, risiko patah tulang yang tetap tinggi jika aksi yang mereka lakukan tidak terlatih. Mengapa begitu?

"Tidak terlatih, terus terjadi secara mendadak pembebanan itu maka gaya elastisitas tulang atau kekuatan tulang dalam menahan beban itu akan sulit sehingga dia mudah patah," bebernya.

Menurutnya, risiko patah tulang bukan hanya menimpa lengan atau pergelangan tangan. Jika keduanya sudah tak mampu lagi menopang beban, rawan terjadi patah di tulang area bahu atau selangka.

"Pada lengan atas pertama kali biasanya beban itu akan diterima oleh tangan atau jari, kalau tangan itu pembebanan, maka akan diteruskan ke lengan bawah, jika tidak mampu menahan beban, maka yang akan patah itu sekitar lengan bawah," katanya.

"Jika lengan bawah tidak kuat menahan beban, maka lengan atas di sekitar siku akan patah di situ, karena tulangnya pipih, tipis di situ, kalau tulang di situ tidak mampu menahan beban, akan diteruskan ke daerah bahu, tulang selangka, maka dia akan patah di situ," pungkasnya.

(naf/up)