Sabtu, 24 Apr 2021 09:18 WIB

Round-Up

12 Positif Corona, Begini Kronologi Masuknya Ratusan WN India ke RI

Yuniviar Ekawati - detikHealth
Hindu devotees gather on the banks of the Ganges River on the day of Shahi Snan (Royal Bath) during the ongoing religious Kumbh Mela festival, in Haridwar on April 12, 2021. (Photo by Money SHARMA / AFP) Foto ilustrasi: AFP/MONEY SHARMA
Jakarta -

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengungkap ada 12 warga negara (WN) India positif Corona dari total 127 yang masuk ke Indonesia. Sudah dilakukan pengambilan sampel untuk tes whole genome sequencing guna mengetahui variannya.

"Dari 127 WNA yang sudah dilakukan tes semua, sampai saat ini ada 12 penumpang yang sudah positif, dan dari 12 penumpang itu kita lakukan genome sequencing cuma hasilnya belum keluar untuk genome sequencingnya," demikian konfirmasi Menkes Budi dalam konpers di YouTube Perekonomian RI Jumat (23/4/2021).

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkap ada warga negara India yang beramai-ramai masuk ke Indonesia. Diduga hal ini karena lonjakan kasus COVID-19 di negara tersebut.

Disebutkan, mereka datang ke Indonesia melalui jalur udara dengan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta. Saat ini sekelompok WNA asal India tersebut sedang dikarantina di satu hotel agar mudah diawasi.

"Sekarang India sedang tsunami COVID-19 dan mereka masuk ke Jakarta sekarang. Di Samarinda sudah ada yang positif, jadi kami tadi sudah bahas dengan pimpinan untuk diperketat, kita mau tahu apakah ada varian baru," jelas Kasubdit Karantina Kesehatan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Benget Saragih, beberapa waktu lalu.

Kronologi Masuknya 127 WN India ke Indonesia

Dirjen Imigrasi Jhoni Ginting mengurai kronologi masuknya 127 WN India ke Indonesia. Mereka tiba di hari Rabu dengan pesawat Air Asia berkode penerbangan QZ988 dari Chennai, India, menuju ke Bandara Soekarno Hatta.

"Mengangkut 129 penumpang, adapun uraian daripada para penumpang tersebut bisa saya jelaskan sebagai berikut, yang pertama pemegang visa kunjungan WN India itu ada 38 orang, pemegang KITAS WN India 46 orang, pemegang KITAS WN Amerika Serikat 1 orang, pemegang KITAS WN India 32 orang, WNI 12 orang, kru 11 orang semua WNI," jelas Jhoni dalam kesempatan yang sama.

Jhoni menjelaskan ini adalah carter flight. Adapun diperbolehkan masuknya WN India disebutnya sesuai dengan Permenkumham No. 26 Tahun 2020. Meski begitu, kini pemerintah Indonesia sudah menyetop permohonan izin visa dari India sejak kemarin siang Kamis (22/4/2021).

Menanggapi masuknya WN India ke Indonesia, eks Direktur WHO Asia Tenggara Prof Tjandra Yoga Aditama juga mengingatkan pemerintah soal risiko masuknya varian baru Covid India melalui WN India. Ia meminta agar pemerintah bisa mengawasi berjalannya karantina seketat mungkin.

"Misalnya sekarang sakit COVID-19 padahal baru datang dari negara-negara yang melaporkan peningkatan kasus yang mungkin berhubungan dengan mutasi baru," ujar Prof Tjandra kepada detikcom dalam wawancara terpisah.

Pelarangan WN India ke Indonesia

Agar kejadian serupa tidak terjadi lagi, pemerintah melarang warga negara India untuk masuk ke Indonesia. Hal ini sebagai langkah antisipasi masuknya varian atau mutasi baru Corona dari negara tersebut.

"Dikhawatirkan beberapa strain baru, baik B117 maupun B1351, dan P1, dan pemerintah tentu mendorong beberapa hal yang akan dilakukan untuk khusus India," ucap Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers KPCPEN, Jumat (23/4/2021).

Langkah yang diambil pemerintah sesuai dengan Peraturan Menkumham Nomor 26 Tahun 2020, Airlangga mengatakan pemerintah akan menutup kedatangan warga negara asing (WNA) dengan beberapa pengecualian.

Sementara bagi WNI yang hendak pulang dari India ke Indonesia, Airlangga mengatakan tetap diperbolehkan. Namun, harus mengikuti peraturan yang sudah ditetapkan.

"Bagi WNI tersebut diberlakukan wajib karantina selama 14 hari. Karantina dilakukan di hotel khusus, berbeda dengan hotel lain," ujar Airlangga.



Simak Video "Daftar Negara yang Larang Masuk Penerbangan dari Afrika"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)