Sabtu, 24 Apr 2021 13:26 WIB

Mayat Bergelimpangan di India, Lapangan Parkir Jadi Tempat Kremasi

Firdaus Anwar - detikHealth
Virus Corona di India terus mengganas. Pemerintah India pada Kamis (22/4) ini melaporkan lebih dari 300.000 kasus infeksi virus Corona selama 24 jam terakhir. Jenazah dikremasi di tempat darurat, seperti lapangan parkir. (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Gelombang tsunami COVID-19 di India kian parah. Penambahan kasus harian terus mencetak rekor dunia berturut-turut, dengan data terbaru mencatat ada 346.786 pasien COVID-19 baru pada Sabtu (24/4/2021).

Korban meninggal bisa mencapai 2.624 orang dalam sehari. Diprediksi di Ibu Kota Delhi saja bisa ada satu orang meninggal karena COVID-19 setiap lima menit.

Begitu banyaknya mayat yang bergelimpangan di India sampai-sampai layanan penguburan dan kremasi kewalahan.

Seorang warga Delhi, Nitish Kumar, mengaku kesulitan mencari tempat kremasi untuk ibunya yang sudah meninggal karena COVID-19. Ia terpaksa membiarkan jenazah sang ibu selama dua hari di rumah.

Sampai pada akhirnya Kumar menemukan tempat kremasi massal darurat di lapangan parkir. Di sana orang ramai-ramai membakar jenazah dengan tumpukan kayu.

"Saya berlari mencari pilar, tapi setiap krematorium berasalan... salah satunya bilang kehabisan kayu," kata Kumar seperti dikutip dari ABC.

Jitender Singh Shunty dari organisasi nirlaba medis Shaheed Bhagat Singh Sewa Dal mengatakan pada hari itu ada 60 jenazah yang dibakar di lapangan. Jenazah yang dibakar mulai dari pasangan baru menikah, anak-anak 15 tahun, bahkan sampai balita.

"Tidak ada satupun orang di Delhi yang pernah menyaksikan hal ini," komentar Singh sambil meneteskan air mata.

"Anak lima tahun, 15 tahun, 25 tahun semuanya dikremasi. Ada juga pasangan yang baru menikah. Sangat sulit disaksikan," pungkasnya.



Simak Video "Cerita Jurnalis India Menyaksikan Kekacauan Tsunami COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)