Senin, 26 Apr 2021 06:35 WIB

Good News! Uji Vaksin AstraZeneca di Chili Nol Kasus Pembekuan Darah

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
ROME, ITALY - MARCH 05: A healthcare worker of the Italian Army prepares doses of the AstraZeneca COVID-19 vaccine, as part of COVID-19 vaccinations plan for the military personnel, on March 5, 2021 in Rome, Italy. The Italian government blocked the shipment of 250,000 doses of the Oxford/AstraZeneca vaccine developed by the Anglo-Swedish group and produced in a factory near Rome. This is the first time that a European country has applied new rules to control vaccine exports, adopted in January. (Photo by Antonio Masiello/Getty Images) Foto: Getty Images/Antonio Masiello
Jakarta -

Kabar baik, para peneliti vaksin AstraZeneca di Chili tak menemukan satu pun kasus pembekuan dah usai vaksinasi dilakukan pda 2.200 orang. Hal ini disampaikan peneliti utama Maria Elena Santolaya dsri University of Chile.

Dalam penelitian tersebut, ia mengatakan melibatkan sejumlah relawan dari seluruh kelompok usia. Termasuk 20 persen di antaranya berusia di atas 60 tahun.

"Tidak ada satupun kelompok usia di antara wanita atau pria, mengalami pembekuan darah dalam bentuk apa pun," katanya, dikutip dari Reuters.

Seperti diketahui, lebih dari dua belas negara Eropa menangguhkan atau membatasi vaksinasi AdtraZeneca usai menemukan sejumlah kasus pembekuan darah yang dikaitkan dengan trombosit darah rendah.

Ennio Vivaldi, rektor Universitas Chili, mengatakan warga Chili harus menerima vaksin AstraZeneca dengan percaya diri.

"Semua uji coba menunjukkan bahwa risikonya minimal dibandingkan dengan faktor perlindungan yang dibawa vaksin," katanya.

Santolaya mengutip hasil sementara uji coba vaksin AstraZeneca di antara 34.000 orang di Peru, Chili, dan Amerika Serikat yang menunjukkan 76 persen efektif melawan gejala COVID-19, 100 persen efektif melawan COVID-19 serius atau mencegah kondisi kritis, hingga 85 persen efektif melawan gejala COVID- 19 di antara orang berusia di atas 65 tahun.

Menurutnya, data yang dikumpulkan dalam uji coba terkontrol tidak boleh secara langsung dibandingkan dengan studi dunia nyata yang menunjukkan vaksin Sinovac yang diberikan secara luas di yaitu Chili 67 persen efektif dalam mencegah infeksi gejala.

"Pesan utama di balik semua ini adalah bahwa vaksin yang kami miliki di Chili untuk COVID-19, Sinovac, Pfizer, dan sekarang AstraZeneca, lebih dari 80 persen efektif mencegah kasus serius akibat Corona," katanya.



Simak Video "Pemerintah Minta Produsen Vaksin Covid-19 Penuhi Target Pengiriman"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)