Senin, 26 Apr 2021 16:33 WIB

Pengakuan Dokter di India: Orang Megap-megap di Jalanan Seperti Ikan

Firdaus Anwar - detikHealth
A COVID-19 patient attended inside a vehicle at a dedicated COVID-19 government hospital in Ahmedabad, India, Thursday, April 22, 2021. A fire killed 13 COVID-19 patients in a hospital in western India early Friday as an extreme surge in coronavirus infections leaves the nation short of medical care and oxygen. India reported another global record in daily infections for a second straight day Friday, adding 332,730 new cases. The surge already has driven its fragile health systems to the breaking point with understaffed hospitals overflowing with patients and critically short of supplies. (AP Photo/Ajit Solanki) Foto: AP/Ajit Solanki
Jakarta -

Selama lima hari berturut-turut India mencetak rekor penambahan kasus COVID-19 tertinggi di dunia. Pada hari Senin (26/4/2021), ada 352.991 kasus Corona baru yang terkonfirmasi dengan lebih dari 2.000 orang meninggal setiap hari.

Kondisi gelombang tsunami COVID-19 di India begitu parah sampai-sampai rumah sakit (RS) tak bisa lagi menampung pasien. Terjadi juga krisis suplai oksigen medis dan obatan-obatan.

Dalam sebuah rekaman suara wawancara dengan BBC, seorang dokter di India mendeskripsikan kondisi memprihatinkan para pasien yang ditolak RS. Kebanyakan orang harus mencari sendiri suplai oksigen medis yang langka dan kini harganya melambung tinggi sampai 10 kali lipat.

"Banyak orang megap-megap kekurangan oksigen, mereka minta dirawat di RS karena saturasinya terus turun. Tapi kami tidak bisa memberikan itu dan akhirnya mereka sekarat. Saya tidak ingin membandingkan, tapi rasanya seperti Anda melihat bila ikan dikeluarkan dari air," kata sang dokter seperti dikutip dari BBC, Senin (26/4/2021).

"Situasinya persis seperti itu. Dengan orang-orang kesulitan oksigen akhirnya meninggal di jalanan," lanjutnya.



Simak Video "Cerita Jurnalis India Menyaksikan Kekacauan Tsunami COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)