Selasa, 27 Apr 2021 15:51 WIB

Kata Psikolog Soal Ramai Komentar Miring Musibah KRI Nanggala di Medsos

Firdaus Anwar - detikHealth
Sejumlah pejabat menaburkan bunga dan melemparkan karangan bunga saat kegiatan Doa dan Tabur Bunga untuk KRI Nanggala 402 di perairan utara Bali, Buleleng, Bali, Senin (26/4/2021). Kegiatan tersebut dilakukan untuk mendoakan dan memberikan penghormatan bagi seluruh awak KRI Nanggala 402 yang gugur setelah kapal selam tersebut dipastikan tenggelam di perairan utara Bali. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/hp. Foto: ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF
Jakarta -

Musibah tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402 meninggalkan duka bagi sebagian besar warga Indonesia, terutama kerabat para awak kapal. Akan tetapi masih ada saja orang-orang yang meninggalkan komentar miring di media sosial, menimbulkan kegaduhan, hingga akhirnya diamankan polisi.

Sebagai contoh seorang pria bernama Imam Kurniawan ditetapkan sebagai tersangka usai menulis komentar tak senonoh terhadap istri awak kapal selam KRI Nanggala-402.

Psikolog klinis Ratih Andjayani Ibrahim dari Personal Growth menjelaskan hal ini terjadi karena ada masalah kurangnya rasa empati, kebangsaan, dan kemanusiaan.

Penyebabnya bisa karena berbagai faktor, termasuk pengaruh lingkungan dan pola pendidikan tentang akhlak atau budi pekerti yang dulu diterima di keluarga.

"Menurut saya karena orang-orang kurang punya rasa empati, rasa kebangsaan, rasa kemanusiaan. Atau dasarnya memang kurang ajar," kata Ratih saat dihubungi detikcom, Selasa (27/4/2021).

"Entah bagaimana dulu dia mendapatkan pendidikan budi dan akhlak dari keluarga maupun lingkungan tempat ia bertumbuh," lanjutnya.



Simak Video "Saran Psikolog Agar Tidak Stres Akibat Baca Berita Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)