Selasa, 27 Apr 2021 20:35 WIB

Kapan Gelombang Tsunami COVID-19 di India Berakhir? Ini Prediksi Ahli

Firdaus Anwar - detikHealth
People perform rituals next to a funeral pyre for a family member who died of COVID-19 at a ground that has been converted into a crematorium for mass cremation of COVID-19 victims in New Delhi, India, Saturday, April 24, 2021. Delhi has been cremating so many bodies of coronavirus victims that authorities are getting requests to start cutting down trees in city parks, as a second record surge has brought Indias tattered healthcare system to its knees. (AP Photo/Altaf Qadri) Foto: AP/Altaf Qadri
Jakarta -

Penambahan kasus baru COVID-19 di India belum menunjukkan tanda-tanda perlambatan. Pada Selasa (27/4/2021), India mencatat 323.144 kasus COVID-19 baru dengan jumlah kematian mencapai 2.771 dalam sehari.

Peneliti dari Indian Institute of Technolog (IIT) membuat prediksi puncak gelombang kedua ini kemungkinan baru akan terlihat di pertengahan atau akhir Mei 2021. Saat itu kasus aktifnya diprediksi akan mencapai lebih dari 1 juta.

Profesor Maninder Agrawal dari IIT menjelaskan ia membuat prediksi berdasarkan model Susceptible, Undetected, Tested, and Removed Approach (SUTRA). Pada dasarnya model ini menghitung seberapa banyak orang yang sakit bisa bertemu dengan orang lain, tingkat paparan populasi terhadap pandemi, serta rasio kasus terdeteksi dan tidak terdeteksi.

"Puncak gelombang sekitar 14-18 Mei untuk kasus aktif dan 4-8 Mei untuk kasus infeksi baru. Nilai puncaknya sekitar 3,8 sampai 4,8 juta kasus aktif dan 340.000 sampai 440.000 kasus baru harian," kata Agrawal seperti dikutip dari Mint, Selasa (27/4/2021).

Akibat ledakan kasus COVID-19, warga India kini mulai kehabisan kasur di rumah sakit, obat-obatan, hingga tabung oksigen. Melihat penanganan pemerintah tak kunjung berimbas baik, dokter-dokter khawatir kondisi akan semakin memburuk sampai 2 minggu ke depan.

"Situasinya kritis sekarang. Pandemi ini adalah yang terburuk yang pernah kami lihat sampai sekarang. Dua minggu ke depan akan menjadi neraka bagi kami," ujar dr Shaarang Sachdev dari Rumah Sakit Khusus Perawatan Aakash, dikutip dari Sky News.



Simak Video "Cerita Jurnalis India Menyaksikan Kekacauan Tsunami COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)