Rabu, 28 Apr 2021 12:41 WIB

6 Hal yang Diduga Sebabkan Klaster Corona Perkantoran di DKI Naik

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerbitkan instruksi dan seruan terkait Natal dan tahun baru di Jakarta. Anies menyerukan agar perkantoran menerapkan kegiatan operasional maksimal pukul 19.00 WIB dengan kapasitas maksimal 50 persen. Foto ilustrasi. (Foto ilustrasi: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Terjadi kenaikan kasus COVID-19 klaster perkantoran di DKI Jakarta. Pemprov DKI mengungkap sebagian besar kasus konfirmasi COVID-19 di perkantoran terjadi pada perkantoran yang sudah menerima vaksinasi COVID-19.

Kasus virus Corona yang berasal dari perkantoran ini disebut meningkat tiga kali lipat dalam sepekan. Hal ini meningkatkan kewaspadaan karena sudah mulai banyak kantor yang memberlakukan Work From Office (WFO).

Ketua tim mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dr Adib Khumaidi, SpOT menyebutkan beberapa penyebab naiknya kasus Corona di perkantoran Jakarta. Ia juga menyinggung ajang kumpul-kumpul karyawan usai ngantor jadi salah satu biang kerok naiknya kasus Corona di perkantoran.

"Masih ada yang lengah, hanya terapkan protokol kesehatan saat di kantor saja, artinya setelah dari kantor ada aktivitas di luar kantor, seperti berdesakan di transportasi umum, buka puasa bersama," tambah Adib dalam diskusi secara virtual, Selasa (27/4/2021).

Berikut faktor penyebab kenaikan kasus corona dari klaster perkantoran menurut dr Adib:

- Ruang kantor padat
- Sirkulasi udara kantor buruk
- Karyawan berdesakan di transportasi umum
- Buka puasa bersama
- Karyawan lengah usai vaksinasi
- Hanya patuh prokes saat di kantor saja

Kantor rawan penularan COVID-19

Beberapa studi terdahulu juga menunjukkan bahwa kantor bisa menjadi tempat penularan Corona. Dalam penelitian yang dilakukan di Wuhan, China, ruangan kantor yang tertutup dan sirkulasi udara buruk bisa meningkatkan potensi penularan Corona.

Tidak semua kantor memiliki ventilasi dan sirkulasi udara yang baik sehingga partikel virus bisa tetap ada di ruangan dan mampu menginfeksi seseorang.

Dalam studi lainnya di Korea Selatan, mereka menemukan bahwa duduk berdekatan antara rekan kerja bisa meningkatkan risiko penularan COVID-19.

Penelitian ini berawal dari penelusuran infeksi setelah seorang karyawan merasa sakit COVID-19. Petugas kesehtan lantas mengetes 1.143 pekerja lain. Ternyata 97 orang positif. Studi ini menunjukkan Corona sangat bisa menular terutama di kantor yang padat.



Simak Video "Sukarelawan Terjun Langsung Jemput Jenazah COVID-19 di India"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)