Rabu, 28 Apr 2021 17:42 WIB

Alasan di Balik Anjuran Minum Teh Manis Hangat saat Berbuka

Ardela Nabila - detikHealth
teh manis Berbuka puasa dengan teh manis hangat. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Berbuka puasa memang dianjurkan dengan mengonsumsi yang manis-manis. Selain kurma, teh manis hangat menjadi favorit banyak orang untuk membatalkan puasa.

Meski hangat, minuman yang satu ini juga sama-sama bisa melepas dahaga usai seharian berpuasa sama seperti minuman dingin. Minum teh manis hangat ternyata tak hanya bisa melepas dahaga, tetapi terdapat pula manfaat yang bisa dirasakannya.

Salah satunya adalah rasa manis atau gula yang terkandung di dalamnya yang bisa membantu tubuh mengembalikan energi yang telah hilang setelah 14 jam berpuasa. Tenggorokan yang menjadi kering selama puasa juga bisa terhindar dari rasa sakit dengan minum teh manis hangat.

"Yang penting hangat biar tenggorokannya nggak sakit, nggak apa-apa teh panas manis karena biasanya orang puasa gula darahnya turun. Kita naikkan lagi dengan teh manis, kecuali dia diabetes mungkin jangan terlalu manis," ujar dr Titi Sekarindah, SpGK dari Rumah Sakit Pusat Pertamina Kebayoran Baru beberapa waktu yang lalu.

Meski demikian, bukan berarti sehabis minum teh manis hangat, kamu menjadi keterusan mengonsumsi makanan manis lainnya. Pasalnya, alih-alih berat badan bisa menurun selama bulan Ramadhan, konsumsi makanan manis yang berlebihan berisiko menaikkan berat badan.

"Tapi jangan jadi keterusan manis terus, tahu-tahu berat badan naik. Batasi segelas (teh manis hangat) sehabis itu kue sepotong. Langsung salat, habis itu baru makan berat, jangan menunggu terlalu malam," imbuhnya.



Simak Video "Kupas Mitos Puasa"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)