Jumat, 30 Apr 2021 14:05 WIB

Krisis COVID-19 Seperti di India Bisa Terjadi di Mana Saja, Masih Mau Berkerumun?

Firdaus Anwar - detikHealth
Jumlah kasus harian COVID-19 di India masih tinggi. Warga pun ramai-ramai datangi pusat vaksinasi Corona di Mumbai demi mendapatkan vaksin COVID-19. Foto: AP Photo/Rafiq Maqbool
Jakarta -

Krisis COVID-19 di India yang begitu parah telah menelan total lebih dari 200.000 ribu jiwa dengan rekor kematian harian mencapai 3.645 per Kamis (29/4/2021). Rumah sakit (RS) kehabisan tempat tidur dan para pengubur serta pengkremasi jenazah bekerja hampir 24 jam.

"Saya tidak takut COVID, saya bekerja dengan keberanian... Ini pekerjaan kami. Mengambil jenazah, menurunkannya dari ambulans, lalu dikubur," komentar seorang penggali kubur dari Mumbai Sayyed Munir Kamruddin, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (30/4/2021).

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan gelombang tsunami COVID-19 di India bisa dihadapi semua negara. Krisis di India menjadi contoh dampak ketika ada pelonggaran protokol kesehatan, cakupan vaksinasi rendah, dan muncul varian virus baru yang bersifat lebih mudah menular.

"Sangat penting untuk diingat bahwa situasi seperti di India bisa terjadi di mana saja," kata Direktur WHO Eropa Hans Kluge.

"Longgarnya protokol kesehatan, ada kerumunan, ada varian mudah menular, dan cakupan vaksinasi yang masih rendah dapat menciptakan 'badai sempurna' di negara mana saja," lanjutnya.

Kejadian di India diharapkan jadi pelajaran agar tidak ada negara lainnya yang terlambat melakukan tindakan.



Simak Video "Cerita Jurnalis India Menyaksikan Kekacauan Tsunami COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)