Senin, 03 Mei 2021 07:37 WIB

Round Up

Puluhan Ribu Warga Padati Tanah Abang, RI Terancam Tsunami COVID-19

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) bersama Panglima Kodam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman (ketiga kiri) dan Kapolda Metro Jaya Muhammad Fadil Imran (kedua kanan) meninjau situasi di Pusat Grosir Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (2/5/2021). Anies mengakui adanya lonjakan pengunjung di pusat tekstil terbesar se-Asia Tenggara dari sekitar 35.000 pengunjung pada hari biasa menjadi sekitar 87.000 orang pada akhir pekan ini sehingga pihaknya menyiagakan sekitar 750 petugas untuk menjaga kedisiplinan protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc. Foto: ADITYA PRADANA PUTRA/ADITYA PRADANA PUTRA
Jakarta -

Pemerintah Provinsi DKI mengungkap pengunjung di pasar Tanah Abang membludak hampir 200 persen melebihi kapasitas menjelang Lebaran. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan terjadi lonjakan luar biasa pengunjung pada akhir pekan, sekitar 87 ribu orang berkunjung ke Tanah Abang.

Pantauan detikcom di Blok A dan Blok B Pasar Tanah Abang, Jakpus, para pengunjung terlihat berdesak-desakan saat berbelanja tanpa jaga jarak. Terlihat juga ada yang tidak memakai masker.

Kepala Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Dr dr Tri Yunis Miko Wahyono menduga akan terjadi lonjakan kasus COVID-19 di Indonesia setelah Lebaran nanti, melihat adanya lautan manusia yang muncul di Pasar Tanah Abang.

"Kasus sekarang ini sudah tinggi, kalau terjadi kerumunan lagi di pasar-pasar waduh rasanya lebaran nanti kita panen (kasus COVID-19). Sangat mungkin risikonya seperti India," kata Miko saat dihubungi detikcom, Minggu (2/4/2021).

Miko menyayangkan tidak adanya antisipasi yang dilakukan pemerintah terkait kerumunan jelang Lebaran. Ketidakseriusan dalam menangani pandemi COVID-19 memunculkan kerumunan yang bisa berujung pada lonjakan kasus.

Diwawancara terpisah, Pakar epidemiologi dr Dicky Budiman dari Universitas Griffith Australia juga mewanti-wanti kerumunan Tanah Abang bisa menimbulkan lonjakan kasus seperti yang terjadi di India.

"Kita kan levelnya community transmission, level terparah itu community transmission, dan yang memberikan itu kan WHO, kita ada di level itu," kata dr Dicky.

Virus Corona sangat mudah menyebar di tempat dengan banyak orang berkumpul dan di keramaian. Virus Corona bukanlah penyakit main-main, penularannya bisa sangat cepat dan menginfeksi banyak orang.

Upaya pencegahan COVID-19 perlu dimaksimalkan dengan protokol kesehatan mencakup pakai masker, rajin mencuci tangan, menjaga jarak fisik minimal satu meter dengan orang lain, jika memungkinkan hindari tempat ramai atau tempat tertutup dengan ventilasi yang buruk.



Simak Video "Ancaman Mengkhawatirkan dari Kerumunan di Tanah Abang"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)