Senin, 03 Mei 2021 15:45 WIB

Catat! Ini Perbandingan Dosis Tiga Vaksin COVID-19 yang Digunakan di Indonesia

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Program vaksinasi COVID-19 di Indonesia terus dilakukan meski di bulan puasa. Diketahui, 11 juta warga Indonesia telah menerima dosis pertama vaksin Corona. (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Pada Jumat (30/4/2021) lalu, sebanyak 484.400 dosis vaksin Sinopharm dan 6 juta vaksin Sinovac tiba di Indonesia. Vaksin besutan Beijing Bio-Institute Biological Products Co, salah satu unit Sinopharm atau China National Biotech Group (CNBG) ini diproduksi dengan platform inactivated virus atau virus yang telah dimatikan.

Di Indonesia, vaksin ini didaftarkan dan didistribusikan oleh PT Kimia Farma Tbk dengan nama SARS-CoV-2 VACCINE (VERO CELL), INACTIVATED, dan akan dipakai untuk vaksinasi gotong royong. Vaksin Sinopharm ini menjadi vaksin ketiga yang telah mendapatkan izin penggunaan darurat (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), setelah Sinovac dan AstraZeneca.

Seperti Sinovac dan AstraZeneca, pemberian vaksin Sinopharm untuk program vaksinasi juga telah diatur dosis dan intervalnya. Berikut perbandingan jumlah dosis dan rentang waktu pemberian dosis 1 dan 2 dari vaksin Sinopharm, AstraZeneca, dan Sinovac.

1. Vaksin Sinovac

Berdasarkan petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan vaksinasi dalam penanggulangan pandemi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan, vaksin Sinovac diberikan sebanyak dua kali. Dosis yang diberikan dalam satu kali suntik sebesar 0,5 ml.

Selain itu, dalam juknis disebutkan bahwa dosis 1 dan 2 vaksin ini diberikan dalam rentan penyuntikan selama 14 hari. Namun, masa interval ini berubah menjadi 28 hari sejak pertengahan Maret lalu.

2. Vaksin AstraZeneca

Vaksin AstraZeneca juga sudah mulai diberikan dalam program vaksinasi COVID-19. Menurut juknis Kemenkes, jarak penyuntikan untuk dosis 1 dan 2 ini selama 28 hari, dengan dosis sebesar 0,5 ml.

Namun, juru bicara vaksinasi COVID-19 dr Reisa Broto Asmoro menegaskan adanya perubahan masa interval untuk vaksin tersebut. dr Reisa mengatakan masa interval untuk vaksin AstraZeneca ditetapkan selama 12 minggu.

"Untuk AstraZeneca hasil kerja sama COVAX facility jaraknya adalah 12 minggu," jelas dr Reisa dalam YouTube Sekretariat Presiden RI, Selasa (13/4/2021).

3. Vaksin Sinopharm

Vaksin Sinopharm akan difokuskan untuk digunakan dalam program vaksinasi mandiri atau gotong royong. Sesuai dengan juknis yang ada, vaksin ini akan diberikan sebanyak 2 kali dengan interval 21-28 hari dengan jumlah dosis sebanyak 0,5 ml per dosis.



Simak Video "Hasil Uji Coba Akhir Vaksin CureVac Kurang Ampuh Lawan COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)