Rabu, 05 Mei 2021 20:29 WIB

Pakai AstraZeneca, Warga RW Kumuh di DKI Mulai Divaksin COVID-19 Hari Ini

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Program vaksinasi COVID-19 di Jakarta sasar warga di permukiman padat penduduk. Warga di Tanjung Priok dan Sunter Agung pun disuntik vaksin Corona dosis pertama Warga RW kumuh di DKI mulai mendapat vaksin COVID-19 (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Vaksinasi COVID-19 dengan vaksin AstraZeneca sudah berjalan di DKI Jakarta. Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti menyebut, per hari ini, vaksin Corona tersebut akan diprioritaskan penggunaaannya di sejumlah RW kumuh.

Hal ini disebutnya mengacu pada diskusi bersama seluruh jajaran pemerintahan, termasuk Satgas COVID-19. Adapun wilayah kumuh disebut Widyastuti sudah tercantum dalam Pergub No 90 Tahun 2018.

"Alhamdulillah DKI Jakarta mempunyai Pergub No 90 Tahun 2018, kecamatan mana, RW mana, yang ada pada daerah-daerah kumuh," jelasnya dalam konferensi pers Rabu (5/5/2021).

Program vaksinasi COVID-19 di Jakarta sasar warga di permukiman padat penduduk. Warga di Tanjung Priok dan Sunter Agung pun disuntik vaksin Corona dosis pertamaProgram vaksinasi COVID-19 di Jakarta sasar warga di permukiman padat penduduk. Warga di Tanjung Priok dan Sunter Agung pun disuntik vaksin Corona dosis pertama Foto: Pradita Utama

Selain daerah-daerah kumuh, wilayah lain yang juga menjadi perhatian untuk segera dilakukan vaksinasi AstraZeneca adalah wilayah dengan variant of concern (VOC). Seperti yang diketahui, Corona B117 mulanya ditemukan di DKI Jakarta.

Adapun pemberian vaksinasi AstraZeneca akan diberikan kepada rentang usia di atas 18 tahun. Interval vaksin AstraZeneca berada di 12 minggu, sementara skrining yang dilakukan serupa dengan vaksinasi Sinovac.

Selanjutnya, daerah yang menjadi pertimbangan adalah wilayah zona risiko tinggi dari hasil analisis kebijakan PPKM.

"Setiap dua minggu tim tapem, (tata pemerintahan) dan jajarannya menetapkan adanya zonasi di PPKM mikro di tingkat RT. Jadi tiap dua minggu sekali ada update mana-mana RT yang masuk dalam daerah zona yang paling berisiko," tutur Widyastuti.

"Ada empat zonasi di PPKM mikro, merah, oranye, kuning, dan hijau. Kita pilih yang zona merah dan oranye untuk dilakukan penyuntikan," pungkasnya.



Simak Video "Vaksin AstraZeneca Ditargetkan Tiba Lagi di Indonesia Mei 2021"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)