Minggu, 09 Mei 2021 16:17 WIB

Terpopuler Sepekan

Derita Sakit Hati Berujung Sate Takjil 'Maut' Racun Sianida

Vidya Pinandhita - detikHealth
Nani Aprilliani Nurjaman, pegirim takjil beracun di Bantul Salah kirim sate takjil beracun merenggut nyawa anak driver ojol. Foto: PIUS ERLANGGA/detikcom
Jakarta -

Anak seorang driver ojek online asal Bantul meninggal dunia setelah tak sengaja memakan sate takjil beracun 'salah kirim'. Sate ini ayahnya dapat dari keluarga yang menolak kiriman lantaran tak mengenal identitas pengirim. Tak tahu bahwa sate tersebut diracun sianida, 'rezeki' itu menewaskan anaknya.

Diketahui, sate beracun tersebut dikirim oleh Nani Apriliani. Diduga, ide mengirim sianida tersebut diracik olehnya bersama seorang teman dekat dengan motif patah hati.

Psikolog menegaskan, kondisi psikis dan motif di balik aksi kriminal tidak boleh ditebak-tebak. Namun, banyak kasus kriminal dengan latar percintaan disebabkan pertahanan ego yang lemah.

"Orang dengan pertahanan ego yang lemah tidak bisa menerima mantan menikah dengan orang lain. Dia berusaha menyelamatkan egonya dan dia melakukan itu dengan meracuni. Akhirnya apa? Tidak ada kebijaksanaan, kedewasaan untuk bisa mengembangkan kemampuan diri sendiri dalam mengontrol egonya," terang psikolog Anastasia Sari Dewi, founder pusat konsultasi Anastasia & Associate pada detikcom, Rabu (5/5/2021).

Menurutnya, orang dengan mekanisme ego lemah cenderung menyalahkan orang lain jika dirinya dikalahkan. Misalnya, ego untuk merasa paling cantik, berharga, dan bernilai.

Nani Aprilliani Nurjaman, pegirim takjil beracun di BantulNani Aprilliani Nurjaman, pengirim takjil beracun di Bantul Foto: PIUS ERLANGGA/detikcom

Memangnya gampang beli sianida?

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, Yanto Aprianto menegaskan, sianida tidak diperjualbelikan bebas. Untuk kepentingan medis pun, fasilitas kesehatan harus mengajukan permohonan lebih dulu.

Namun faktanya, di lapangan mudah sekali mendapatkan kalium sianida atau sering disebut potas atau apotas. Sehari-hari, racun ini dipakai sebagai racun ikan dan racun tikus. Tentunya, didapat secara ilegal.

Guru besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Dr apt Zullies Ikawati menjelaskan, sianida adalah senyawa mematikan yang kerap berbau seperti almond dan rasanya pahit. Jika tertelan, senyawa ini membuat organ, terutama otak, kekurangan oksigen, timbul kejang, gangguan jantung dan pernafasan, dan kematian.

"Jika menjumpai seseorang yang dicurigai mengalami keracunan sianida dengan gejala-gejala di atas, bawa orang tersebut ke ruang terbuka. Jika pernah dapat pelatihan bantuan hidup dasar, dapat lakukan teknik RJP (resusitasi jantung paru) pada seseorang yang dicurigai mengalami keracunan sianida dan mengalami henti jantung dan henti napas. Segera dibawa ke IGD RS utk mendapat penanganan yg tepat," jelasnya.

Prof Zullies menegaskan, bantuan nafas mulut ke mulut bisa menimbulkan penyebaran racun. Penanganan pada orang yang kulit atau pakaiannya terkena sianida pun harus dilakukan dengan hati-hati.



Simak Video "Apa Sih Quarter Life Crisis?"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)