Selasa, 11 Mei 2021 06:30 WIB

Diidap Tengku Zulkarnain Saat Meninggal, Ini Dampak Diabetes pada COVID-19

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Ustaz Tengku Zul ikut datang ke Polrestabes Medan. Dia mengaku diminta mendamaikan kasus yang melibatkan FUI Sumut tersebut (Datuk Haris/detikcom) Ustaz Tengku Zulkarnain meninggal setelah terpapar COVID-19 dengan komorbid diabetes (Datuk Haris/detikcom)
Jakarta -

Ustaz Tengku Zulkarnain meninggal dunia selepas maghrib, Senin (10/5/2021). Sempat dirawat di ICU setelah terpapar COVID-19, ustaz berdarah Melayu Deli ini disebut memiliki komorbid diabetes melitus.

"Iya ada DM (diabetes melitus). Ada penyakit bawaan lah. Sehingga kalau kena covid jadi lebih parah," kata Direktur HRD dan Corporate Communication Tabrani Group Ian Machyar, dikutip dari CNNIndonesia.com, Senin (10/5/2021).

Dihubungi detikcom pada Selasa (11/5/2021), Ian menyebut kondisi almarhum Tengku Zulkarnain menurun akibat penyakit bawaan yang diidapnya. Sebelum meninggal, ia sempat menggunakan ventilator atau alat bantu napas.

"Betul. Kalau tidak ada penyakit bawaan banyak yang kena Covid-19 dan sehat lagi," jelas Ian.

Sebelumnya, Ian sempat menyebut mantan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini tidak memiliki penyakit lain. Tengku Zulkarnain masuk rumah sakit dalam kondisi stabil.

"Waktu masuk kondisinya positif saja, kesehatan stabil. Tidak ada sakit lain," katanya, Senin (10/5/2021).

Komorbid diabetes lebih berisiko fatal

Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) Prof Dr dr Ketut Suastika, SpPD-KEMD mengatakan diabetes merupakan salah satu komorbid yang memperberat pasien COVID-19. Risiko kematian pada komorbid diabetes lebih tinggi.

"Itu bisa empat kali lipat sampai enam kali lipat," paparnya dalam webinar Peringatan Hari Obesitas Sedunia, Rabu (3/3/2021).

Meski demikian, risiko fatal pada komorbid diabetes bisa dihindari dengan mengontrol kadar gula darah. Tidak hanya mengurangi risiko fatal pada COVID-19, tetapi juga mengurangi risiko tertular.

"Kalau gula darahnya, misalnya terkendali dengan baik, anggaplah di bawah 180 selama perawatan intensif, itu kematiannya jauh lebih kecil dibandingkan mereka-mereka yang gula darahnya tinggi," kata Prof Suastika.

Satgas Penanganan COVID-19 juga memasukkan diabetes melitus ke dalam 4 penyakit komorbid paling mematikan. Risiko kematian pada komorbid diabetes, menurut Satgas, 8,3 kali lebih tinggi dibandingkan tanpa komorbid.

Keempat komorbid paling mematikan pada COVID-19 adalah:

  1. Penyakit ginjal (13,7 kali lebih berisiko fatal)
  2. Penyakit jantung (9 kali lebih berisiko fatal)
  3. Diabetes (8,3 kali lebih berisiko fatal)
  4. Hipertensi (6 kali lebih berisiko fatal).


Simak Video "Cegah Long Covid, Perhatikan Sejumlah Tindakan Preventif Ini!"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)