Selasa, 11 Mei 2021 19:00 WIB

5 Fakta Mucormycosis Infeksi 'Jamur Hitam' di Tengah Badai COVID-19 India

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
FILE - In this April 30, 2021, file photo, health workers attend to COVID-19 patients at a makeshift hospital in New Delhi, India. COVID-19 infections and deaths are mounting with alarming speed in India with no end in sight to the crisis. People are dying because of shortages of bottled oxygen and hospital beds or because they couldn’t get a COVID-19 test. (AP Photo/File) Foto: AP/
Jakarta -

Sebanyak 40 pasien COVID-19 di India mengalami infeksi langka mucormycosis atau 'jamur hitam' di Mumbai. Sementara di Gujarat, sekitar 200 orang dirawat di RS akibat infeksi tersebut.

Dokter spesialis mata dari Mumbai, Dr Akshay Nair, mengatakan salah satu pasiennya terpaksa kehilangan matanya karena mucormycosis. Pasien tersebut merupakan seorang perempuan berusia 25 tahun dengan kondisi diabetes yang baru sembuh dari COVID-19.

"Kondisi diabetes sudah menurunkan sistem imun, virus Corona memperparah dan obat steroid yang digunakan untuk mengatasinya seperti bahan bakar yang membuat api semakin besar," komentar Dr Nair seperti dikutip dari BBC, Senin (10/5/2021).

Berikut detikcom rangkum beberapa fakta soal mucormycosis yang dikutip dari berbagai sumber.

1. Penyebab mucormycosis

Mucormycosis atau 'jamur hitam' adalah penyakit infeksi serius yang disebabkan fungi yang biasa ditemukan di tanah, tanaman, pupuk, atau buah dan sayur yang busuk.

Orang yang terkena infeksi ini biasanya melakukan kontak dengan spora jamur tersebut. Misalnya, seseorang mengalami infeksi paru-paru atau sinus pasca menghirup spora jamur.

2. Bagaimana mendeteksinya?

Pada pasien COVID-19, diabetes, atau orang yang mengalami penekanan kekebalan harus waspada terhadap mucormycosis. Ada beberapa tanda, sebagai berikut:

  • Hidung tersumbat (sinusitis)
  • Ingus berwarna kehitaman atau berdarah
  • Nyeri lokal pada tulang pipi
  • Nyeri wajah di satu sisi, mati rasa atau bengkak
  • Adanya perubahan warna kehitaman pada pangkal hidung atau langit-langit
  • Sakit gigi dan nyeri rahang
  • Penglihatan kabur atau ganda dengan rasa sakit
  • Demam
  • Lesi kulit
  • Nyeri dada
  • Efusi pleura
  • Hemoptisis
  • Gejala pernapasan yang memburuk

3. Siapa yang rentan terinfeksi?

Berdasarkan laporan yang ada, penyakit infeksi mucormycosis ini bisa dialami pasien hingga penyintas COVID-19, tetapi cukup jarang terjadi. Namun, infeksi fungi ini lebih sering menyerang orang dengan masalah kesehatan atau menurunnya kemampuan tubuh untuk melawan kuman dan penyakit, seperti pengidap kanker, transplantasi organ, cedera kulit, dan lainnya.

4. Bagaimana mencegahnya?

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah infeksi mucormycosis ini, yaitu:

  • Gunakan masker jika berada di area yang banyak debu, seperti lokasi konstruksi atau penggalian.
  • Gunakan sepatu, celana panjang, kemeja lengan panjang, dan sarung tangan saat berkebun atau kontak langsung dengan tanah.
  • Menjaga kebersihan diri secara menyeluruh.
  • Mengkonsumsi obat antijamur untuk mengurangi kemungkinan infeksi fungi sesuai anjuran dokter

5. Bangsal khusus untuk pasien mucormycosis

Pemerintah Gujarat, India, mulai mendirikan bangsal terpisah di rumah sakit untuk pasien mucormycosis. Mereka juga menyediakan sekitar 5.000 botol Amphotericin B 50 miligram, obat yang digunakan untuk penyakit tersebut.

Dikutip dari The Economic Times, dua bangsal yang dibangun terpisah itu masing-masing memiliki tempat tidur untuk merawat pasien mucormycosis. Fasilitas serupa juga didirikan di beberapa RS sipil di Vadodara, Surat, Rajkot, Bhavnagar, Jamnagar, dan beberapa tempat lainnya.



Simak Video "India Nyatakan Epidemi Kasus Jamur Hitam"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)