Selasa, 18 Mei 2021 17:37 WIB

Memaki Petugas Lalu Diviralkan, Katanya Biar Jera Kok Malah Tambah Banyak?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Wanita viral maki petugas di Anyer ditangkap (M Iqbal-detikcom) Foto: Wanita viral maki petugas di Anyer ditangkap (M Iqbal-detikcom)
Jakarta -

Beberapa warga yang memaki petugas saat terjaring penyekatan mudik berujung viral lalu minta maaf. Permintaan maafnya juga direkam, lalu diviralkan.

Perilaku memaki petugas semacam itu, berikut permintaan maafnya kerap kali viral di media sosial. Beberapa kalangan menilai bisa memberikan efek jera sekaligus mengedukasi orang lain yang menonton untuk tidak menirunya.

Tapi benarkah edukasi dengan cara memviralkan bakal efektif?

Psikolog Anastasia Sari Dewi, founder pusat konsultasi Anastasia and Associate, menjelaskan bahwa 'sanksi' semacam memviralkan pelanggar memang berpotensi memberikan efek jera. Selain itu, penonton bisa terpengaruh mematuhi aturan larangan mudik yang ada.

Namun potensi imbas lainnya, alih-alih membuat jera, ancaman ini justru bisa melunturkan simpati publik. Masyarakat terbiasa untuk langsung mempublikasikan suatu kejadian dengan tujuan informatif, namun lupa bahwa esensi utamanya adalah membantu sesama.

"Orang jadi kurang bisa bersimpati atau berempati pada orang lain karena lebih menilai itu sifatnya tontonan. Lebih banyak orang yang merekam satu kejadian dibanding yang membantu," ujar Sari pada detikcom, Selasa (18/5/2021).

Menurutnya, ada potensi bahaya jika video viral yang ditonton masyarakat hanya potongan. Artinya, masyarakat tidak mengetahui secara tuntas apa yang terjadi di balik video.

"Media sosial menampilkannya lengkap atau tidak, justru terpotong-potong infonya. Itu juga perlu diperhatikan. Di saat tidak lengkap, tidak ada keterangan lengkap atau justru lebih fokus pada 1 pihak tertentu saja. Itu dampaknya buruk untuk publik. Publik menjadi dibuat rancu, bias. Informasinya berat sebelah, atau di-set," jelas Sari.

Ia khawatir, sanksi berupa memviralkan di media sosial ini juga bisa melemahkan citra petugas di mata publik. Terlebih, banyak dari kasus video viral ini hanya berujung pelaku meminta maaf dan menangis dalam video yang kemudian dipublikasikan lagi ke media sosial.

"(Efek lainnya) aparat hukum terkesan lemah. Apa lagi boleh dimaki-maki, dihina-hina orang di pinggir jalan, besoknya hanya membuat permohonan maaf. Kembali lagi, sebagian orang mungkin merasa jera. Tapi kalau mau benar-benar jera, sesuaikan dengan karakteristik orangnya," pungkas Sari.



Simak Video "Dear Pelaku Mudik, Jangan Lupa Periksa Swab Antigen atau PCR Ya!"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)