Rabu, 19 Mei 2021 11:01 WIB

Varian Corona 'Ganas' dari Inggris Hingga India Ada di RI, Ini Gejalanya

Ayunda Septiani - detikHealth
Virus Corona terbaru atau Sars-Cov-2 yang menjadi penyebab COVID-19 memang berbahaya. Tapi tampilannya di bawah mikroskop bisa sangat bertolak belakang. Foto ilustrasi. (Foto ilustrasi: NIAID)
Jakarta -

Belum lama ini Menteri Kesehatan Budi Gunandi Sadikin mengungkap Corona di sejumlah negara selain India meledak setelah ditemukannya mutasi baru. Pasalnya, dari empat mutasi COVID-19 yang diwaspadai dunia, tiga di antaranya sudah masuk Indonesia.

"India naik, Thailand naik, Singapura naik, negara Eropa semua naik karena ada mutasi baru. Mutasi baru itu dari empat yang bahaya, tiga sudah masuk indonesia, (Corona B117, Corona B1617, Corona B1351)," jelas Menkes Budi dalam siaran pers Selasa (18/5/2021) kemarin.

"Yang masuk Indonesia sudah ada 26 yang sudah teridentifikasi," tambahnya.

Di Jawa Barat, Budi menyebutkan sudah ada dua kasus baru Corona yang berasal dari pekerja migran Indonesia. Para pekerja pulang dari Malaysia dan Arab Saudi.

"Kecepatan penularannya tinggi itu kita mesti hati-hati, dari minggu lalu 16 naik jadi 26," tambahnya.

Varian Corona Afsel dan Inggris terdapat beberapa gejala yang bisa mengindikasikan seseorang tertular dari varian tersebut. Dikutip dari laman Express Uk karena mengandung mutasi E484K, gejala yang timbul relatif serupa:

  • Diare
  • Sakit kepala
  • Demam
  • Kesulitan bernapas
  • Kelelahan
  • Nyeri otot atau badan
  • Nyeri tenggorokan
  • Pilek
  • Muntah-muntah

Sementara itu varian India memiliki gejala:

  • Anosmia dan hidung tersumbat
  • Mata merah
  • Mual dan diare


Simak Video "Ahli Virologi Berharap Covid-19 Semakin Bermutasi, Ini Alasannya..."
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/kna)