Rabu, 19 Mei 2021 18:00 WIB

COVID-19 Varian India B1617 'Ngamuk' di Singapura, Anak 2 Tahun Juga Terinfeksi

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Singapura umumkan penerapan pembatasan ketat akan mulai berlaku pada Minggu (16/5) mendatang. Warga pun ramai-ramai berbelanja kebutuhan pokok jelang lokcdown. Ilustrasi COVID-19 di Singapura. Foto: Getty Images/Ore Huiying
Jakarta -

Duta Besar RI untuk Singapura Suryopratomo mengungkapkan bahwa varian COVID-19 India, B1617, menyebar dengan cepat di negara tersebut. Sampai saat ini, dilaporkan ada 149 orang yang terinfeksi varian tersebut.

Sebelumnya, Singapura sempat berhasil mengendalikan infeksi COVID-19. Namun, setelah pelonggaran diberlakukan, kasus varian Corona India terdeteksi di Bandara Changi dan RS Tan Tock Seng.

"Yang mengejutkannya lagi, kemarin ada anak berusia 2 tahun juga terinfeksi COVID-19 varian baru ini," ungkapnya dalam konferensi pers virual, Rabu (19/5/2021).

Suryopratomo juga menuturkan orang-orang yang sudah mendapatkan vaksin COVID-19 pun masih bisa tetap tertular atau tidak kebal. Meski begitu, vaksinasi dapat membuat sistem kekebalan tubuh lebih kuat, sehingga tidak menyebabkan kondisi yang parah jika terinfeksi COVID-19.

"Inilah yang terjadi pada 149 orang itu. Mereka terinfeksi, tapi kondisinya tidak parah. Dan saat ini, mereka tengah menjalani karantina dan isolasi yang sangat ketat," jelas Suryopratomo.

Tak hanya itu, Suryopratomo pun menegaskan kasus ini bisa dijadikan sebagai pembelajaran dalam mengatasi pandemi COVID-19. Tidak hanya untuk Singapura, tetapi bisa menjadi cerminan untuk Indonesia.



Simak Video "Persiapan yang Harus Dilakukan untuk Menuju Endemi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)