Jumat, 21 Mei 2021 10:16 WIB

Tes Antibodi Setelah Vaksin Corona Tak Disarankan, Ini Alasannya

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Kasus positif COVID-19 di Indonesia terus bertambah dan diprediksi tembus 1 juta kasus di tengah penerapan PPKM dan dicanangkannya vaksinasi virus Corona. Ilustrasi tes Corona. (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Usai mendapatkan dua dosis vaksin COVID-19, banyak masyarakat yang ramai-ramai melakukan tes antibodi setelah vaksin. Tak sedikit yang menganggap naiknya kadar antibodi berarti vaksin bekerja dengan baik di dalam tubuh.

Alhasil banyak yang jadi ragu dan mempertanyakan efektivitas vaksin terlebih setelah melakukan uji antibodi, malah tertular Corona. Hal ini dialami anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay.

"Waktu itu saya tes imunitas saya setelah sebulan, dapat 6,28. Kemarin, sebulan setelah itu saya tes lagi. Dapat 8,28," ungkap Saleh dalam rapat di DPR RI, Kamis (20/5/2021).

Juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi beberapa waktu lalu mengatakan yang menjadi pengujuan untuk menentukan kadar imunogenitas bukan dengan tes antibodi setelah vaksin.

"Yang menjadi pengujian untuk menentukan imunogenitas yang timbul dari pemberian vaksinasi itu adalah dengan pemeriksaan yang kita sebut sebagai uji netralisasi," lanjutnya.

Uji netralisasi pun tidak mudah dilakukan dan sangat berisiko, karena menggunakan virus yang hidup. Uji netralisasi ini menjadi gold standar untuk menentukan imunogenitas dan hanya bisa dilakukan di laboratorium yang terbatas.

"Jadi, kalau kita melaksanakan pemeriksaan antibodi, itu hanya mengukur kadar antibodi di dalam tubuh kita," ujarnya.

Selain itu Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) mengingatkan masyarakat dan penyedia layanan kesehatan bahwa hasil dari tes antibodi SARS-CoV-2 tidak boleh digunakan untuk mengevaluasi tingkat kekebalan atau perlindungan seseorang dari COVID-19 setiap saat, dan terutama jika melakukan tes antibodi setelah vaksin Corona.



Simak Video "Hasil Uji Coba Akhir Vaksin CureVac Kurang Ampuh Lawan COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)