Jumat, 21 Mei 2021 20:24 WIB

Efek Mudik-Lebaran Mulai Terasa, DIY Minta RS Siaga Hadapi Lonjakan COVID-19

Heri Susanto - detikHealth
Abdi dalem Keraton Yogyakarta mengikuti Grebeg Maulud di komplek Keraton Yogyakarta, Kamis (29/10). Acara ini diselenggarakan dengan protokol kesehatan ketat. Foto: PIUS ERLANGGA
Yogyakarta -

Prediksi kasus COVID-19 di DIY bakal mengalami kenaikan usai Lebaran akhirnya benar-benar terjadi. Selama tiga hari terakhir, terjadi kenaikan kasus positif COVID-19. Hal ini membuat Pemerintah Daerah (Pemda) DIY menyiagakan rumah sakit (RS) rujukan.

Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setianingastutie menjelaskan pihaknya sudah meminta RS rujukan yang berjumlah 27 untuk siap-siap menghadapi lonjakan. Bahkan, 27 RS tersebut bersiap untuk membuka ruang tambahan jika terjadi lonjakan.

"27 RS juga sudah siap membuka ruang tambahan," kata Pembajun, dihubungi wartawan Jumat (21/5/2021).

Menurut Pembajun, saat ini tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di DIY masih di bawah 50 persen. Artinya belum perlu untuk menambah ruang khusus penanganan COVID-19.

Pembajun mengatakan, fokus pihaknya saat ini adalah ketersediaan ruang ICU. Makanya, Satgas Covid-19 saat ini benar-benar memantau perkembangan kondisi pasien.

"Jangan sampai masuk ke ICU," harapnya.

Sebelumnya, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menjelaskan, kenaikan pasien COVID-19 akan terlihat pada Juni. Ini sesuai dengan masa inkubasi virus yang baru terdeteksi lima sampai tujuh hari.

"Nanti setelah Juni, baru tahu akan seperti apa," kata Sultan.

Berdasarkan data dari Satgas COVID-19 DIY, sejak 19 Mei kasus terkonfirmasi COVID-19 sebanyak 227 kasus, 20 Mei 269 kasus, 21 Mei 198 kasus, sehingga total kasus terkonfirmasi menjadi 42.991 kasus.

Sedangkan untuk kasus meninggal, 19 Mei 10 kasus meninggal, 20 Mei 10 kasus meninggal, 21 Mei 10 kasus, sehingga total kasus meninggal menjadi 1.109 kasus.



Simak Video "Hanya Mengingatkan! Hati-hati dengan Varian Mu"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)