Minggu, 23 Mei 2021 07:00 WIB

Jamur Hitam Belum Selesai, 'Jamur Putih' Muncul di India Menyerang Paru-Otak

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Penyebaran virus Corona di India terus mengganas. Bahkan pada Sabtu (1/5) ini, India mencatat lebih dari 400.000 kasus baru infeksi Corona dalam waktu 24 jam terakhir. Foto: Anindito Mukherjee/Getty Images
Jakarta -

India, negara terparah kedua di dunia yang menghadapi ledakan Corona, diterpa ancaman baru selain penyakit 'jamur hitam'. Para ahli mencatat infeksi jamur putih, kasusnya terus meningkat dan diyakini bisa mematikan bagi pasien dengan gangguan sistem kekebalan tubuh.

Orang yang terpapar Corona hingga baru pulih dari COVID-19 juga memiliki risiko tinggi terinfeksi jamur putih. Ada empat pasien yang terinfeksi jamur putih, ditemukan di Patna Medical College dan RS yang dikelola pemerintah Patna, India. Meski masih jarang terjadi, penyakit ini bisa menyerang paru-paru, lambung, ginjal, bahkan hingga otak.

Empat pasien jamur putih menunjukkan gejala mirip Corona. Namun, saat dites, keempatnya negatif COVID-19.

Dokter mewanti-wanti jamur putih bisa sama berbahaya seperti mucormycosis, 'jamur hitam'. Kasus mucormycosis sendiri, beberapa pekan ini, mencatat peningkatan signifikan hingga ratusan kasus, saat negara tengah kewalahan menghadapi 'tsunami' Corona.

Mucormycosis memiliki angka kematian keseluruhan sekitar 50 persen. Infeksi 'jamur hitam', yang ditemukan di beberapa rumah sakit di Delhi dan Gujarat, dikatakan telah menyebabkan setidaknya delapan pasien kehilangan penglihatan mereka.

"Setelah jamur putih terdeteksi, pasien dirawat dengan obat antijamur dan sejak itu kondisinya membaik," kata Dr S N Singh, kepala mikrobiologi di Patna Medical College and Hospital.

Dokter lain di rumah sakit tersebut, mengatakan satu dari empat pasien memiliki tingkat saturasi oksigen di bawah normal. Namun, setelah dilakukan pengobatan dengan obat antijamur, tingkat oksigen pasien pulih hingga 95 persen.

"Pasien itu adalah seorang dokter sendiri, yang dirawat di rumah sakit swasta setelah menunjukkan gejala COVID-19. Dia dinyatakan negatif COVID-19 tetapi paru-parunya terinfeksi. Oleh karena itu, seorang kerabat dekat mendekati kami dan membawanya ke sini. Kami melakukan beberapa tes dan mendeteksi itu jamur putih," jelasnya.

Apa penyebabnya?

Kepada The India Express, Arunesh Kumar, konsultan senior, mengatakan rute infeksi adalah air yang terkontaminasi.

"Sanitasi itu penting," ujarnya.

"Pasien jamur putih menunjukkan gejala mirip COVID tetapi hasil tes negatif, infeksi dapat didiagnosis melalui CT scan atau X-ray," lanjutnya.

Siapa yang berisiko terinfeksi?

"Mereka yang memiliki kekebalan lemah seperti diabetes, pasien kanker, dan mereka yang menggunakan steroid dalam jangka waktu lama harus lebih berhati-hati karena mereka lebih berisiko. Ini juga memengaruhi pasien virus Corona, terlebih saat mereka sedang menerima bantuan oksigen."



Simak Video "India Nyatakan Epidemi Kasus Jamur Hitam"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)