Rabu, 26 Mei 2021 20:00 WIB

Serang Pasien Corona di India, Ini Beda Gejala Infeksi Jamur Hitam-Putih-Kuning

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Belum usai hadapi tsunami Corona dan jamur hitam, India kembali dihadapkan pada ancaman baru yakni jamur putih. Apa itu infeksi jamur putih? Foto: AP Photo/Mahesh Kumar A
Jakarta -

India kini dibayang-bayangi dengan infeksi jamur hitam, putih, dan kuning. Sejumlah penyakit tersebut tiba-tiba merebak ketika negara itu tengah kewalahan dalam menghadapi lonjakan kasus COVID-19.

Baru-baru ini dilaporkan ada seorang pasien Corona yang telah pulih mengalami infeksi jamur kuning, padahal sebelumnya ia sempat terkena jamur hitam dan putih. Pasien yang berasal dari Uttar Pradesh, India, itu kini sedang menjalani perawatan.

"Seorang pasien saya, yang dites awal terlihat normal, tapi setelah dilakukan penyelidikan lagi, saya baru tahu bahwa dia menderita jamur hitam, jamur putih, serta jamur kuning," ucap dokter spesialis THT, BP Tyagi, yang merawat pasien tersebut, dikutip dari Economic Times.

Lantas apa perbedaan dari infeksi jamur hitam, putih, dan kuning?

Infeksi jamur kuning

Dikutip dari Times of India, infeksi jamur kuning umumnya tak terjadi pada manusia, melainkan pada kadal. Diduga penggunaan terapi steroid dan imunosupresan yang berlebihan membuat pasien Corona menjadi rentan terkena penyakit ini, karena daya tahan tubuhnya jadi melemah.

Gejalanya bisa berupa berat badan menurun, lesu, dan nafsu makan berkurang. Namun, jika infeksi jamur kuning tak segera ditangani, penyakit ini bisa menyebabkan mata cekung, kegagalan organ, hingga nekrosis (sel-sel di jaringan hidup mati sebelum waktunya).

Jamur kuning dapat diobati dengan mudah apabila terdeteksi tepat waktu. Namun, karena penyakit ini muncul di dalam tubuh, kerap kali infeksi jamur kuning menjadi sulit terdeteksi.

Infeksi jamur hitam

Sejauh ini dilaporkan sudah ada lebih dari 10.000 kasus jamur hitam di India. Infeksi penyakit ini dapat mempengaruhi mata, hidung, wajah, paru-paru, bahkan otak.

Menurut para ahli, lagi-lagi penyalahgunaan terapi steroid diduga menjadi penyebab merebaknya kasus jamur hitam pada pasien Corona di India. Selain itu, penggunaan tabung oksigen yang kotor juga diduga menjadi penyebab infeksi penyakit ini.

Menurut beberapa laporan, orang yang terkena jamur hitam akan mengalami gejala, seperti sakit kepala, nyeri pada wajah, hidung tersumbat, nyeri pada mata, pipi atau mata membengkak, dan kerak hitam di hidung.

Infeksi jamur putih

Dibandingkan dengan jamur hitam, jumlah kasus jamur putih di India cenderung lebih sedikit. Meski begitu, infeksi penyakit ini dinilai cukup berbahaya karena bisa menyerang paru-paru, lambung, ginjal, hingga otak.

Gejala dari infeksi jamur putih pun dilaporkan mirip dengan gejala COVID-19, yakni batuk, demam, diare, dan bintik hitam pada paru-paru karena berkurangnya tingkat oksigen.

Orang yang sistem kekebalan tubuhnya terganggu dan berada di lingkungan yang kotor berisiko terkena penyakit ini. Apabila pasien tak segera ditangani, infeksi jamur putih bisa menjadi makin parah.



Simak Video "Keterkaitan COVID-19 dengan Ledakan Kasus 'Jamur Hitam' di India"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/kna)