Kamis, 27 Mei 2021 06:26 WIB

6 Penyakit Sistem Reproduksi Ini Bisa Picu Infertilitas

Ardela Nabila - detikHealth
Shot of a woman looking worried while holding a pregnancy test with her partner lying in the background Foto: iStock
Jakarta -

Memahami penyebab dan gejala penyakit pada sistem reproduksi wanita merupakan hal yang penting. Pasalnya, penyakit pada sistem reproduksi berisiko menyebabkan masalah kesuburan atau infertilitas.

Sistem reproduksi wanita sendiri terdiri dari banyak organ. Mulai dari rahim, saluran telur atau tuba falopi, indung telur atau ovarium, hingga vagina. Masing-masing organ tersebut memiliki fungsi yang berbeda terkait kesuburan dan kehamilan.

Indung telur atau ovarium merupakan organ reproduksi yang penting dalam proses terjadinya ovulasi, yaitu lepasnya sel telur atau ovum ke tuba falopi. Selain itu, indung telur juga berfungsi untuk menghasilkan hormon yang berperan dalam mempertahankan kehamilan.

Sementara itu, tuba falopi merupakan tempat pertemuan ovum dan sperma untuk terjadinya pembuahan. Hasil dari pembuahan tersebut kemudian membentuk zigot untuk terjadinya implantasi di rahim. Di rahim itu lah janin akan tumbuh dan berkembang selama 9 bulan.

Organ-organ pada sistem reproduksi wanita tidak luput dari masalah dan gangguan yang bisa mempengaruhi kesehatan dan kesuburan. Meski begitu, beberapa penyakit tersebut bisa diatasi dengan tindakan medis dan pengobatan.

Namun, gaya hidup dan faktor keturunan juga bisa menyebabkan timbulnya penyakit pada sistem reproduksi wanita. Berikut ini 6 penyakit yang kerap terjadi pada sistem reproduksi wanita.

1. PCOS

Polycystic ovary syndrome (PCOS) merupakan suatu sindrom yang terjadi di ovarium, di mana ditemukan sejumlah kista kecil di sana. Apabila dilihat melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG), bentuk kista tersebut mirip dengan roda pedati.

Penyakit yang satu ini disebabkan oleh perubahan hormonal dan follicle stimulating hormone (FSH) dan luteinizing hormone (LH). Sementara itu, gejalanya bisa berupa amenorrhea, yakni tidak terjadinya haid yang menyebabkan sel telur tidak bisa berovulasi.

Seseorang yang mengidap PCOS umumnya akan mengalami infertilitas dan sulit memiliki anak. Faktor hormonal yang disebabkan oleh penyakit ini juga bisa menyebabkan tubuh menjadi gemuk, dengan demikian akan mempengaruhi kerja hormon lainnya.

PCOS bisa ditangani dengan obat-obatan, disesuaikan dengan gejalanya. Umumnya, wanita yang mengalami gejala berupa amenorrhea akan diresepkan pengatur siklus haid, seperti cyclo proginova, oleh dokter.

Bagi wanita yang ingin hamil, obat induksi operasi akan diberikan untuk merangsang rahim mengeluarkan sel telur. Apabila sel telur telah ovulasi, maka PCOS akan perlahan menghilang dari ovarium.

Selain PCOS, masih ada 5 penyakit lainnya yang kerap menyerang sistem reproduksi wanita. Apa saja penyakit tersebut dan apa gejala yang harus diwaspadai?

KLIK DI SINI UNTUK KE HALAMAN SELANJUTNYA



Simak Video "Yuk! Kenali Penyebab dan Solusi Infertilitas"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)