Jumat, 28 Mei 2021 04:55 WIB

Siklus Menstruasi Lancar Bukan Jaminan Bebas PCOS, Harus Gimana?

Ayunda Septiani - detikHealth
Torso of an unrecognizable woman is showing red square card to camera representing with menstruation written in white. Menstruasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/simarik)
Jakarta -

Sindrom polikistik ovarium atau disebut dengan polycystic ovarian syndrome (PCOS) adalah gangguan hormon yang terjadi pada wanita di usia subur.

Pengidap PCOS sendiri mengalami gangguan menstruasi dan memiliki kadar hormon maskulin (hormon androgen) yang berlebihan. Tetapi, apakah wanita dengan siklus menstruasi yang lancar bisa terhindari dari PCOS?

Dokter spesialis kebidanan dan kandungan konsultan fertilitas, endokrinologi & reproduksi RS Pondok Indah IVF Centre dr Gita Pratama, SpOG-KFER menyebutkan bahwa tidak menjamin haid lancar akan terhindar dari PCOS.

"Ternyata nggak juga, walaupun sangat sedikit tetapi ternyata ada pasien-pasien PCOS yang haidnya teratur," jelasnya dalam diskusi yang dilakukan secara virtual, Kamis (27/5/2021).

"Harus dilihat, kalau pasien-pasien PCOS nggak hamil-hamil lebih dari satu tahun makanya harus ke dokter. Karena dari pemeriksaan itu bisa ketahuan, ternyata walaupun haid teratur tapi ternyata telurnya nggak tumbuh, maka ketahuanlah pasien ini kalau haidnya teratur," tambahnya.

Sebagai informasi tambahan, dr Gita menjelaskan, siklus haid normal berjalan 21 hingga 35 hari sekali. Namun, untuk pasien yang mengalami PCOS akan mengalami keterlambatan haid bisa sampai seminggu hingga berbulan-bulan.



Simak Video "Ini Manfaat yang Didapat Jika Mencatat Siklus Haid "
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/up)