Minggu, 30 Mei 2021 09:05 WIB

Was-was Relawan Pemakaman Jenazah di Malaysia, Kematian Corona Naik Terus

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Health workers wearing Personal Protective Equipment (PPE) carry a coffin during a funeral for a COVID-19 victim in Klang, Malaysia, Sunday, May 23, 2021. Malaysia unexpectedly imposed a one-month lockdown through June 7, spooked by a sharp rise in cases, more-infectious variants and weak public compliance with health measures. (AP Photo/Vincent Thian) Penguburan jenazah Corona. (Foto: AP/Vincent Thian)
Jakarta -

Relawan Malaysia, yang membantu menguburkan para jenazah korban virus Corona, mengatakan bahwa mereka sedang kesulitan, karena negara itu tengah berjuang untuk mengatasi wabah COVID-19 terburuk sejak dimulainya pandemi.

Mengenakan perlengkapan pelindung lengkap, Pasukan Manajemen Pemakaman Malaysia biasanya dipanggil oleh rumah sakit untuk membantu keluarga memberikan penghormatan terakhir mereka dengan cara yang aman.

Muhammad Rafieudin Zainal Rasid, seorang pemimpin agama yang mengepalai tim relawan nasional, yang dikenal sebagai pengurus ulama, mengatakan para relawan saat ini menangani hampir 30 kali lebih banyak jenazah daripada tahun lalu.

Tim relawan telah bertambah menjadi lebih dari 2.000 anggota, tetapi Rafieudin mengatakan mereka masih kesulitan untuk menangani banyaknya jenazah.

"Sebelumnya, sekitar satu hingga tiga kasus per bulan, tapi sekarang kami menangani hingga dua hingga tiga kasus sehari," katanya, merujuk pada satu tim di ibu kota Kuala Lumpur tempat dia bermarkas, dikutip dari Strait Times.

Para relawan berangkat dari rumah sakit ke kamar jenazah untuk mempersiapkan jenazah untuk dimakamkan dan juga melaksanakan shalat di pemakaman, terkadang diikuti oleh anggota keluarga yang juga diberikan alat pelindung lengkap.

Tetapi karena jumlah kematian akibat virus meningkat di negara yang berpenduduk mayoritas Muslim, terkadang sulit untuk menguburkan tubuh dalam waktu 24 jam seperti yang biasa dilakukan.

"Jika ada lebih dari 10 kasus hari ini di pemakaman yang sama, mungkin butuh dua hingga tiga (hari) untuk menyelesaikan semuanya," katanya.

"Kami khawatir risikonya akan lebih berbahaya bagi kami semua yang terpapar karena kami sedang menangani jenazah," kata Rafieudin.



Simak Video "Kasus COVID-19 Pecahkan Rekor, Malaysia Rencanakan Lockdown Nasional"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)