Kamis, 03 Jun 2021 08:30 WIB

Hanya B1617.2 yang Masuk Varian Delta 'Bahaya' Menurut WHO, Ini Alasannya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan hanya B.1.617.2, salah satu dari tiga jenis varian B.1.617 COVID-19 yang pertama kali ditemukan di India, menjadi 'variant of concern (VOC)', sementara kedua jenis varian Delta lainnya memiliki tingkat penularan lebih rendah.

Seperti diketahui, varian Delta yang pertama kali ditemukan di India dibagi menjadi tiga strain yaitu B.1.617.1, B.1.617.2, dan B.1.617.3.

"Varian B1617.2 yang berlabel varian Delta tetap menjadi VoC (Variant of Concern). Kami terus mengamati peningkatan penularan yang melaporkan wabah terkait dengan varian ini. Studi lebih lanjut soal dampak varian ini tetap menjadi prioritas tinggi bagi WHO," kata pengawas kesehatan global WHO dalam pembaruan epidemiologi mingguan.

WHO menyebut B1617.2 yang dikenal sebagai varian Delta ini telah menyebar ke 62 negara di dunia per 1 Juni 2021 lalu. Mereka juga mengatakan bahwa varian hybrid baru yang dilaporkan di Vietnam diduga merupakan variasi dari varian Delta.

"Yang kami pahami adalah bahwa ini adalah varian B1617.2 dengan satu penghapusan tambahan di lokasi spike protein. Kami tahu bahwa B1617.2, varian Delta, memang mengalami peningkatan transmisi yang membuatnya bisa menyebar lebih mudah antarmanusia," jelas Pimpinan teknis WHO untuk COVID-19 Maria Van Kerkhove, dikutip dari Bussines Today, Kamis (3/6/2021).

Varian Delta memiliki tiga jenis strain, yaitu B1617.1, B1617.2, dan B1617.3. Maria mengatakan strain B1617.1 yang dikenal sebagai varian Kappa telah direklasifikasikan sebagai Variant of Interest (VoI), sedangkan B1617.3 belum diklasifikasikan.

Terkait varian Kappa (B1617.1), WHO mencatat sementara Kappa menunjukkan adanya peningkatan penularan di lokasi tertentu. Tetapi, hal itu akan terus dipantau secara teratur.

(sao/naf)