Kamis, 03 Jun 2021 10:47 WIB

Dapat Restu WHO, Vaksin Sinovac Dipakai di Singapura untuk Vaksinasi Mandiri

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Vaksin virus Corona dari Sinovac dikabarkan siap edar ke seluruh dunia awal 2021. Seperti apa proses pembuatan vaksin yang kini sedang jalani uji klinis itu? Vaksin Sinovac. (Foto: Getty Images/Kevin Frayer)
Jakarta -

Pemerintah Singapura menyetujui penggunaan vaksin buatan China, Sinovac, setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan 'restu' dan izin penggunaan darurat.

Ke depannya, vaksin Sinovac akan digunakan dalam skema vaksinasi mandiri di Singapura. Kementerian Kesehatan Singapura akan merilis rincian leboh lanjut bagi lembaga kesehatan swasta, seperti rumah sakit swasta, agar mengajukan permohonan menjadi penyedia berlisensi vaksin Sinovac atau CoronaVac di bawah rute akses khusus (SAR).

"Kami juga memelajari kemungkinan bagi institusi kesehatan swasta untuk mengakses stok 200.000 dosis yang ada saat ini. Serta menyusun rincian harga, proses persetujuan, dan keselamatan pasien yang lebih memilih untuk diberikan dengan vaksin Sinovac di bawah SAR," kata Kemenkes Singapura dikutip dari Channel News Asia.

Meskipun Singapura telah menerima sekitar 200 ribu dosis Sinovac, vaksin tersebut belum disetujui oleh Health Sciences Authority (HSA). HSA baru memberikan lampu hijau untuk vaksin Pfizer-BioNTech dan Moderna, yang keduanya menggunakan teknologi mRNA.

Vaksin Sinovac tidak digunakan dalam program nasional

Kementerian Kesehatan Singapura juga menegaskan bahwa Sinovac bukan bagian dari program vaksinasi nasional dan oleh karena itu tidak akan tercakup dalam Program Bantuan Keuangan Cedera Vaksin untuk Vaksinasi COVID-19.

Ketika lebih banyak data internasional dan nasional tersedia, komite ahli tentang vaksinasi COVID-19 meninjau pembatasan saat ini untuk memungkinkan orang dengan riwayat anafilaksis yang diketahui divaksinasi dengan dua vaksin mRNA, yang saat ini disetujui untuk digunakan di Singapura.

Vaksin Sinovac, lanjut Kemenkes, menggunakan teknologi yang berbeda, menggunakan bentuk virus Corona yang tidak aktif untuk memicu respons kekebalan terhadap virus.

WHO merekomendasikan vaksin Sinovac untuk digunakan pada orang dewasa berusia 18 tahun ke atas, dalam jadwal dua dosis yang tersebar di dua hingga empat minggu.

"Hasil kemanjuran vaksin menunjukkan bahwa vaksin mencegah penyakit simtomatik pada 51 persen dari mereka yang divaksinasi, dan mencegah COVID-19 yang parah dan rawat inap pada 100 persen dari populasi yang diteliti," kata WHO dalam keterangan resminya.



Simak Video "Rekomendasi Baru Sinovac soal Penggunaan Vaksin Corona Buatannya"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)