Kamis, 03 Jun 2021 12:31 WIB

Dokter Paru: Pria Perokok Lebih Rentan Alami Long COVID

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Jakarta -

Saat dinyatakan negatif, beberapa pasien Corona masih mengeluhkan gejala sisa setelahnya. Kondisi ini kemudian disebut Long COVID.

Pada beberapa orang, long COVID ditandai dengan beragam gejala seperti sesak napas, kelelahan ekstrem, sakit kepala, sampai anosmia.

Dokter Spesialis Paru Kepala Bagian Pembinaan Fungsi RS Bhayangkara R Said Sukanto, dr Yahya SpP, mengatakan long COVID lebih rentan dialami oleh lansia dan mereka yang punya komorbid. Selain itu pria perokok juga lebih berisiko mengembangkan kondisi ini.

"Kalau tentang gender, memang lebih banyak laki-laki. Salah satu yang menjadi faktor itu adalah kebiasaan merokok. Itu juga memberatkan gejala infeksi COVID," katanya dalam dialog bersama FMB9, Kamis (3/6/2021).

dr Yahya mengingatkan agar masyarakat mulai meninggalkan kebiasaan hidup tidak sehat untuk mengurangi risiko keterpaparan COVID-19 dan walaupun pada akhirnya terinfeksi, tidak mengalami gejala parah apalagi long COVID.

Terlepas dari pandemi COVID-19, kebiasaan merokok sendiri telah memberikan banyak dampak pada kesehatan manusia. Saluran napas mereka mudah iritasi sehingga sel-sel pertahanan mudah dimasuki kuman yang menimbulkan gejala seperti ISPA dan batuk.

Terkait COVID-19, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga berulang kali menyampaikan bahwa perokok lebih mungkin terkena gejala parah dan lebih berisiko tinggi meninggal akibat infeksi ini. Merokok tentunya merusak fungsi paru sehingga virus Corona lebih mudah menyerang perokok.

(kna/naf)