Jumat, 04 Jun 2021 11:45 WIB

Belum Bisa Cium Bebauan Usai Positif COVID-19? Ini Saran Dokter

Firdaus Anwar - detikHealth
negative feelings concept - portrait of amazed beautiful 20s girl covering her mouth for gag metaphor,studio shot on gray background Ilustrasi parosmia. (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Salah satu gejala yang sering dialami oleh pasien COVID-19 adalah hilangnya fungsi indra penciuman (parosmia). Pasien mungkin saja mengeluh tidak bisa lagi mencium bebauan, bahkan yang mencolok sekalipun.

Fenomena parosmia ini diketahui dapat bertahan lama. Ada beberapa pasien yang sudah sembuh masih kesulitan untuk mencium bau.

Penyintas COVID-19 Cahyandaru Kuncorojati bercerita tidak bisa mencium bebauan selama sekitar satu bulan dan sampai sekarang masih belum pulih sepenuhnya.

"Berangsur-angsur mulai kembali, tapi sampai sekarang indra penciuman saya tidak setajam dulu lagi," kata Cahyandaru dalam diskusi yang disiarkan Forum Merdeka Barat 9 dan dikutip Jumat (4/6/2021).

Dokter spesialis paru-paru sekaligus Kabag Pembinaan Fungsi RS Bhayangkara, dr Yahya, menyarankan agar para penyintas yang mengalami hal serupa rutin melatih fungsi indranya.

"Untuk pasien yang kehilangan kemampuan penciuman dan pengecapan memang perlu dibangkitkan lagi sensitivitasnya seperti mencium bau-bau yang sangat menyengat seperti minyak kayu putih dan parfum yang sangat harum," saran dr Yahya.

"Ini perlu dilatih setiap hari agar pulih secepatnya," pungkasnya.



Simak Video "3 Obat yang Diuji WHO untuk Pasien Covid-19 "
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)