Jumat, 11 Jun 2021 09:45 WIB

Oh.. Ini Alasan Kenapa Antibiotik yang Diresepkan Dokter Harus Selalu Habis

Ardela Nabila - detikHealth
ilustrasi obat Foto: iStock
Jakarta -

Antibiotik merupakan obat yang sering direkomendasikan oleh dokter apabila pasiennya mengalami penyakit tertentu. Salah satu aturan terkait penggunaan antibiotik yang kerap disampaikan oleh dokter adalah bahwa obat tersebut harus dihabiskan.

Ternyata, ada alasan di balik penggunaan antibiotik yang harus dikonsumsi sampai habis, lho. Menurut Dr dr Erwin Astha Triyono, SpPD-KPTI dari RSUD dr Soetomo, aturan tersebut memang sudah berdasarkan penelitian.

Jumlah antibiotik yang diberikan kepada pasien sudah disesuaikan dengan penyakitnya untuk mencukupi kebutuhan membunuh bakteri di dalam tubuh.

"Karena sudah dihitung. Artinya sudah melalui penelitian bahwa untuk penyakit tertentu dengan kuman tertentu diharapkan tujuh hari sudah cukup. Itu artinya sesuai dengan peruntukannya," ujar dr Erwin dalam acara Virtual Media Briefing, Kamis (10/6/2021).

"Lebih dari itu mubazir, kurang dari itu masih mungkin kuman yang di dalam (tubuh) berkembang lagi," lanjutnya.

Lalu, adakah risikonya apabila aturan terkait konsumsi antibiotik tersebut diabaikan? Menurut Direktur Promkes Kementerian Kesehatan RI, dr Imran Agus Nurali, SpKO, penggunaan antibiotik yang tidak sesuai dengan saran dokter bisa berisiko menimbulkan efek samping.

Apabila digunakan kurang dari semestinya atau digunakan berlebihan dan tidak sesuai dengan anjuran yang diberikan oleh dokter, salah satu bahaya yang bisa mengintai adalah terjadinya resistensi antibiotik yang bisa mengancam kemampuan tubuh untuk melawan infeksi.

"Antibiotik adalah suatu obat yang bisa menimbulkan efek samping kalau dia underused atau berlebihan (overused). Bahkan, bahayanya adalah suatu resistensi," tambah dr Imran dalam kesempatan yang sama.



Simak Video "Tim Peneliti Australia Tengah Kembangkan Obat Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)