Jumat, 11 Jun 2021 20:35 WIB

Wajib Tahu! Ini Fase-fase Saat Terkena DBD dari Hari ke Hari

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Sudah ada enam warga yang terjangkit penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), warga perumahan Oesman Singawinata, di Kelurahan Negeri Kaler, Purwakarta melakukan pengasapan atau fogging. Fogging untuk mencegah demam berdarah Dengue (Foto: Dian Firmansyah)
Jakarta -

Selain COVID-19, penyakit lain yang juga harus diwaspadai saat ini adalah demam berdarah dengue (DBD). Tak hanya gejalanya yang hampir mirip, jika tidak ditangani dengan baik DBD dari hari ke hari bisa memburuk dan menyebabkan kematian.

Untuk itu, salah satu perwakilan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Mulya Rahma Karyanti, SpA(K) menyampaikan tahapan penyakit DBD, mulai dari hari pertama hingga hari ketujuh.

"Perjalanan penyakit demam berdarah dengue biasanya dari hari pertama sampai hari ketujuh," kata dr Mulia yang dikutip dari agenda temu media melalui YouTube Kementerian Kesehatan RI, Kamis (10/6/2021).

"Ada fase demam antara hari pertama sampai hari ketiga, kemudian fase kritis antara hari ketiga sampai keenam, dan kemudian masuk fase penyembuhan setelah hari keenam," lanjutnya.

Selama fase-fase tersebut, ada beberapa hal yang perlu diketahui agar penyakit DBD bisa segera ditangani. Rincian fase DBD dari hari ke hari adalah sebagai berikut:

1. Fase demam

dr Mulia mengatakan pada fase ini biasanya pasien DBD mengalami demam tinggi dan jadi malas untuk minum. Untuk itu, ia mengingatkan agar memantau pasien dan mengingatkannya minum, sehingga terhindar dari dehidrasi.

2. Fase kritis

Selanjutnya, antara hari ketiga hingga keenam akan masuk dalam fase kritis. Di fase inilah terjadi kebocoran pembuluh darah yang dialami pasien dengue, yang bisa menyebabkan shock hipovolemik atau pembuluh darah kolaps. Ini bisa terjadi karena kurangnya cairan yang masuk ke tubuh.

Jadi, plasma darah akan keluar dari pembuluh darah yang bocor atau intravaskuler ke ekstravaskuler. Hal ini bisa menyebabkan pembuluh darah bisa kolaps.

Selain itu, pada fase ini trombosit akan turun ke titik terendah dan hematokrit atau kadar sel darah merah naik hingga titik tertinggi. Hal ini yang bisa dipatau sebagai tanda adanya kebocoran dari pembuluh darah.

"Sebagai dokter saat (pasien) sudah di rumah sakit kita akan periksa. Nah, kalau ada keterlambatan pemberian cairan sampai pembuluh darahnya kolaps, akhirnya sirkulasi darah akan berkurang ke ginjal, ke otak, dan itu bisa menyebabkan gagal organ dan bisa menyebabkan kematian. jadi tidak boleh terlambat (penanganannya)," jelas dr Mulia.

3. Fase penyembuhan

Setelah hari keenam, biasanya cairan dari ekstravaskular akan masuk lagi ke intravaskular atau reabsorbsi. Tahap inilah yang biasanya disebut dengan fase penyembuhan.



Simak Video "Demam Turun Jadi Fase Kritis saat Alami DBD"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)