Selasa, 15 Jun 2021 18:21 WIB

RI Dihantui Varian Delta, Wilayah Mana Saja Sudah Terpapar? Ini Datanya

Vidya Pinandhita - detikHealth
Desa Tumpangkrasak, Kecamatan Jati, Kudus, memberlakukan pembatasan lokal untuk mencegah penyebaran virus Corona, Rabu (2/6/2021). Situasi pandemi COVID-19 di Kudus, Jawa Tengah. Foto: Dian Utoro Aji/detikcom
Jakarta -

Satgas COVID-19 membenarkan temuan kasus COVID-19 akibat varian Delta atau B1617.2 di Kudus, Bangkalan, dan DKI Jakarta. Namun, belum ada kepastian soal wilayah di RI mana saja yang sudah terpapar varian asal India tersebut.

Pasalnya hingga kini, belum cukup sampel penelitian yang memadai untuk memastikan persebaran varian Delta di kota-kota lain, serta awal penularan varian Delta di Indonesia.

"Perlu diketahui bahwa whole genome sequencing atau surveilans memang belum cukup meng-cover seluruh wilayah di Indonesia dan juga belum dilakukan secara detail tentang penelusuran asal virus ini kemudian menyebar ke mana, karena itu memerlukan WGS (whole genome sequence) atau samples yang jumlahnya lebih besar," ujar juru bicara Satgas COVID-19 dalam konferensi pers, Selasa (15/6/2021).

Dalam kesempatan sebelumnya, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyebut, salah satu strategi pemerintah menghadapi lonjakan kasus COVID-19 akibat varian Delta adalah percepatan vaksinasi dengan target 700 ribu-1 juta penerima per hari.

Mengingat, varian ini ditakutkan sejumlah ahli menyebar lebih cepat dengan gejala lebih berat dibandingkan varian Corona lainnya.

"Kami optimis bahwa vaksin yang ada memadai untuk bisa mencapai target tersebut karena ditetapkan dengan perhitungan ketersediaan vaksin dan target yang akan divaksinasi," beber Prof Wiku.

Ia menambahkan, mutasi virus normal terjadi, sehingga potensi hasil mutasi virus untuk lebih menular memang ada.

Namun karena vaksin-vaksin Corona yang ada kini telah memiliki tingkatan efikasi lebih dari 50 persen, ia meyakini ada kontribusi efektivitas vaksin menghadapi varian Delta, meski pemantauan lebih lanjut tetap diperlukan.



Simak Video "Epidemiolog: Varian Delta Buat Herd Immunity Makin Jauh"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)