Rabu, 16 Jun 2021 12:45 WIB

Ronaldo Benar! Soda Tingkatkan Risiko Ginjal Rusak, Mending Air Putih

Vidya Pinandhita - detikHealth
BUDAPEST, HUNGARY - JUNE 15: Cristiano Ronaldo of Portugal celebrates after scoring their sides second goal during the UEFA Euro 2020 Championship Group F match between Hungary and Portugal at Puskas Arena on June 15, 2021 in Budapest, Hungary. (Photo by Bernadett Szabo - Pool/Getty Images) Cristiano Ronaldo. (Foto: Getty Images/Bernadett Szabo - Pool)
Jakarta -

Cristiano Ronaldo sedang panas diperbincangkan gara-gara menolak Coca Cola suguhan sponsor dalam sesi konferensi pers Euro 2020. Terlihat sentimen, Ronaldo menggeser jauh-jauh kedua botol cola di hadapannya dan memilih sebotol air putih.

Meski bikin Coca Cola merugi 4 juta dolar Amerika Serikat, bintang Portugal ini justru banyak diapresiasi di dunia maya. Pasalnya, Ronaldo memang disebut-sebut atlet paling peduli soal kesehatan. Ia gamblang menyatakan ketidaksukaannya pada minum seperti cola dan lebih memilih air putih.

Seberbahaya apa sih minuman cola?

Sebuah studi Kasus Kontrol Penyakit Ginjal Kronis Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan RI pada 2014 menunjukan, konsumsi minuman berkarbonasi seperti soda lebih dari sekali tiap hari selama beberapa tahun bisa meningkatkan risiko gagal ginjal.

"Kemungkinan untuk menderita Penyakit Ginjal Kronis atau gagal Ginjal adalah sebesar 6,45 kali dibanding dengan orang yang tidak minum minuman berkarbonasi," terang Kepala Balitbangkes saat itu, Prof Dr Tjandra Yoga Aditama, dalam rilisnya.

Menurut riset tersebut, minuman berkarbonasi dikonsumsi oleh 1,1 persen penduduk Indonesia. Kelompok usia 13-18 tahun mendominasi dengan proporsi sebesar 1,8 persen.

Angka konsumsi minuman bersoda mencapai 2,4 gram/orang/hari, lebih tinggi dibandingkan konsumsi alkohol yakni 1,9 gram/orang/hari, dan teh yakni 1,6 gram/orang/hari.

Menanggapi riset ini, Asosiasi Industri Minuman Ringan (ASRIM) kala itu menyampaikan bantahan. Lewar rilis kepada media, penyakit ginjal kronis disebabkan oleh berbagai risiko, bukan semata-mata karena minuman bersoda.

Konsultan ginjal dan hipertensi dari RS Cipto Mangunkusumo, Prof Dr Parlindungan Siregar, SpPD-KGH, menjelaskan bahwa sebenarnya memang bukan soda yang menyebabkan gagal ginjal. Akan tetapi, kandungan pemanis berupa fruktosa pada minuman tersebut memang bisa memicu asam urat dan endapan di ginjal.

"Sebenarnya bukan soda yang merusak ginjal, tapi fruktosanya. Fruktosa ini meningkatkan asam urat yang akan mengendap di ginjal," kata dokter spesialis penyakit dalam, Prof Parlindungan kala itu.

Beberapa jenis minuman ringan menggunakan pemanis buatan fruktosa. Diketahui, 1 botol cola mengandung 10 sendok teh gula tambahan. Sementara menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), konsumsi gula tidak boleh lebih dari 6 sendok teh dalam 1 hari.



Simak Video "Aksi Cristiano Ronaldo Singkirkan Coca-Cola Dipuji WHO"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)