Kamis, 17 Jun 2021 16:25 WIB

Zona Merah Corona RI Naik Jadi 29, Jateng Mendominasi

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
3D ILLUSTRATION VIRUS WITH Indonesia FLAG, CORONAVIRUS, Flu coronavirus floating, micro view, pandemic virus infection, asian flu. Foto: Getty Images/iStockphoto/Alexander Sanchez
Jakarta -

Kasus COVID-19 di Indonesia kini tengah mengalami kenaikan usai libur Lebaran. Selain faktor mobilitas penduduk, keberadaan varian Corona baru seperti varian Alpha, Beta, dan Delta juga disebut-sebut sebagai pemicunya.

Berdasarkan data yang dihimpun Satgas COVID-19 per 13 Juni 2021, terlihat kenaikan jumlah wilayah di setiap zonasi. Hal ini disampaikan juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito.

"Pada perkembangan zonasi minggu ini, diketahui jumlah kabupaten/kota berzona merah, oranye, dan hijau mengalami peningkatan. Jumlah zona merah dari 17 menjadi 29 kabupaten/kota, zona oranye dari 331 menjadi 339 kabupaten/kota, dan zona hijau dari 7 menjadi 24 kabupaten/kota," jelas Prof Wiku dalam konferensi pers di BNPB, Kamis (17/6/2021).

Berikut daftar update zona merah Corona per 13 Juni 2021.

Aceh

- Aceh Tengah
- Kota Banda Aceh
- Pidie

Jawa Barat

- Bandung
- Bandung Barat

Jawa Timur

- Bangkalan

Daerah Istimewa Yogyakarta

- Bantul
- Sleman

Kepulauan Riau

- Bintan

Bengkulu

- Kota Bengkulu

Sumatera Barat

- Kota Bukittinggi

Jambi

- Kota Jambi

Lampung

- Kota Metro

Sumatera Selatan

- Kota Palembang

Riau

- Kota Pekanbaru
- Rokan Halu

Jawa Tengah

- Kudus
- Semarang
- Sragen
- Tegal
- Wonogiri
- Grobogan
- Jepara

Sumatera Selatan

- Muara Enim

Jambi

- Muaro Jambi
- Tanjung Jabung Barat

Sumatera Barat

- Padang Pariaman
- Pasaman Barat

Dari 29 wilayah tersebut, Prof Wiku mengungkapkan 23 wilayah di antaranya adalah pindahan dari zona oranye. Untuk itu, ia menegaskan perlunya perbaikan sesegera mungkin agar kondisi kembali kondusif.

"Kita perlu melakukan perbaikan segera melalui berbagai cara melalui berbagai preventif maupun kuratif secara bersamaan. Tingkatkan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat untuk sama-sama mengenali situasi berdasarkan data yang ada untuk mengambil kebijakan kesehatan yang tepat serta menciptakan lingkungan masyarakat yang kondusif," pungkasnya.



Simak Video "Ajakan Iba Kades di Kudus Keliling Imbau Warga Taat Prokes"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)