Kamis, 17 Jun 2021 14:36 WIB

Kondisi Memburuk, Sekolah Tatap Muka di DKI Jakarta Dihentikan

Firdaus Anwar - detikHealth
Uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di Ibu Kota, masih tetap berjalan di tengah lonjakan COVID-19. Salah satunya di Sekolah Memecah Pertama (SMP) Yamas, Kecamatan Makassar, Jakarta Timur. Uji coba sekolah tatap muka di DKI Jakarta. (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta -

DKI Jakarta sebelumnya telah melaksanakan uji coba sekolah tatap muka bertahap. Namun, karena situasi pandemi COVID-19 yang memburuk, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akhirnya memutuskan untuk kembali menghentikan sekolah tatap muka.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan program uji coba sekolah tatap muka di Jakarta dimulai ketika kasus aktif COVID-19 ada di angka sekitar 6.000-an. Kini kasus aktif sudah melonjak jadi 20.311 per tanggal 16 Juni 2021.

"Dengan kondisi saat ini dan hasil rapat bersama antar satgas, kita putuskan saat ini tidak dilanjutkan plotting tatap muka tadi. Sambil nanti menunggu bagaimana situasi di DKI Jakarta," kata Widyastuti dalam diskusi yang disiarkan BNPB Indonesia, Kamis (17/6/2021).

Sekolah tatap muka memang masih menjadi polemik di beberapa daerah. Mendikbud Ristek Nadiem Makarim ingin proses belajar di sekolah bisa kembali berlangsung seperti sebelum pandemi.

Kementerian Kesehatan memberi syarat bahwa sekolah tatap muka boleh dilakukan namun terbatas. Lebih detailnya, murid yang hadir tidak boleh lebih dari 25 persen total siswa di sekolah dan proses belajar tatap muka juga tidak lebih dari 2 jam per hari.

Sementara dalam seminggu belajar tatap muka hanya boleh dilakukan dua kali.



Simak Video "Kemenkes Sebut Klaster Sekolah Banyak Terjadi pada Siswa SMP dan SMA"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)