Kamis, 17 Jun 2021 20:01 WIB

Fakta-fakta Biang Kerok yang Bikin Indonesia Diamuk Corona

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Sejumlah tenaga kesehatan berjalan menuju ruang perawatan pasien COVID-19 di Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC), Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Rabu (5/5/2021). Komandan Lapangan RSDC Wisma Atlet, Letkol Laut (K) Muhammad Arifin mengatakan tidak akan mengurangi jumlah tenaga kesehatan selama masa Lebaran 2021, hal tersebut untuk mengantisipasi kenaikan kasus COVID-19 dari masyarakat yang tetap melakukan mudik meski adanya larangan pemerintah sama seperti periode tahun lalu. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj. Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT
Topik Hangat Awas Corona Melonjak!
Jakarta -

Kasus Corona di Indonesia sedang naik-naiknya. Bahkan kasus baru per 16 Juni 2021 hampir menyentuh 10 ribu.

Ada beberapa hal yang disebut menjadi pemicu lonjakan infeksi COVID-19 di Indonesia. Para ahli telah memprediksi ledakan kasus Corona akan terjadi beberapa minggu setelah libur lebaran.

Ketua Tim Peneliti Whole Genome Sequence (WGS) SARS-CoV-2 Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM), dr Gunadi PhD, SpBA mengatakan ada beberapa hal yang menjadi dalang ledakan kasus Corona di Indonesia.

1. Interaksi sosial tinggi

Faktor utama yang menyebabkan terjadinya lonjakan kasus karena adanya interaksi sosial yang masif dan pelanggaran protokol kesehatan saat libur Idul Fitri. Ia juga menyoroti ledakan kasus di Kudus yang dilatarbelakangi kegiatan kumpul-kumpul masyarakat.

"Makin tinggi interaksi sosial yang terjadi, maka peluang terjadinya lonjakan kasus makin tinggi," paparnya dikutip dari situs resmi Kementerian Kesehatan.

2. Kendornya prokes

Diperkirakan jumlah orang yang berpindah dari satu kota ke kota lainnya selama arus mudik ataupun arus balik mencapai 5 hingga 6 juta orang. Kondisi ini menjadi penyebab lonjakan kasus, terlebih prokes di masyarakat kendor yang menyebabkan laju penularan meningkat.

"Karena interaksi sosial yang tinggi ditambah tidak disiplin menjalankan protokol kesehatan meningkatkan transmisi virus sehingga mendorong lonjakan kasus" sebutnya.

3. Varian Delta

Varian Delta telah terbukti meningkatkan risiko penularan. Varian Corona B1617.2 yang pertama kali ditemukan di India ini juga disebut menjadi dalang Corona ngamuk di Indonesia.

"Varian Delta ini terbukti meningkat setelah adanya transmisi antarmanusia. Dan sudah terbukti di populasi di India dan di Kudus," jelas dr Gunadi.

Untuk meminimalisir laju penularan, para ahli tidak henti-hentinya mengingatkan masyarakat tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan. Ketentuan ini juga berlaku yang telah divaksinasi.



Simak Video "Kasus Corona di Indonesia Meningkat, DKI Jakarta Naik 300%"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)
Topik Hangat Awas Corona Melonjak!