Selasa, 22 Jun 2021 12:00 WIB

Pasien Corona Anak Juga Rentan Kena Long COVID, Bagaimana Mencegahnya?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Pembuat vaksin asal China, Sinovac Biotech, berencana memulai uji coba klinis vaksin virus Corona eksperimental terhadap anak-anak dan remaja pada akhir bulan ini. Long COVID juga rentan terjadi pada anak. (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Studi terbaru menemukan bahwa sebanyak 1 dari 4 pasien COVID-19 berakhir dengan long COVID. Para ahli juga mempelajari seberapa jauh COVID-19 memengaruhi anak-anak dan remaja.

Salah satu tantangan dalam mendiagnosis long COVID adalah banyak orang, terutama anak, yang tertular virus tetapi tak pernah dites.

Seperti COVID-19 itu sendiri, long COVID adalah kondisi baru dengan banyak hal yang tidak diketahui yang menimbulkan tantangan tersendiri tak hanya bagi pasien, tapi juga para tenaga kesehatan.

"Kami mulai memperhatikan anak-anak yang memiliki gejala long COVID, dan tidak ada banyak data atau sumber daya untuk membantu anak-anak ini," kata Dr. Daniel B. Blatt, spesialis penyakit menular pediatrik dari Norton Children's Pediatric COVID-19 Follow-Up Clinic, Kentucky, Amerika Serikat, kepada Healthline.

Diagnosis long COVID

Sebelum Blatt memberi seorang anak diagnosis long COVID, ia memeriksa penyebab potensial atau kemungkinan terkena penyakit lain dari gejala mereka.

Long COVID menyebabkan gejala umum, yang berarti mirip dengan kondisi lain. Misalnya, kelelahan dan sesak napas dapat disebabkan oleh berbagai infeksi.

"Satu hal yang sangat kami kuasai sebagai dokter penyakit menular adalah mencari tahu apakah itu long COVID atau infeksi lain yang terlihat seperti long COVID," kata Blatt.

"Kemudian kami akan meminta pasien kembali dan menindaklanjuti di klinik kami atau kami akan merujuk mereka ke sub-spesialis yang berbeda tergantung pada gejala mereka," lanjutnya.

Misalnya, Blatt mungkin merujuk seorang anak ke ahli paru atau ahli jantung jika mereka mengalami sesak napas.

Mencegah long COVID pada anak

Infeksi COVID-19 pada anak bisa menjadi lebih serius, termasuk risiko long COVID. Kondisi ini dapat memiliki efek yang luas pada kesehatan dan kesejahteraan anak.

Blatt mengatakan kepada Healthline bahwa satu-satunya cara untuk menghindari long COVID adalah melakukan apa yang Anda bisa untuk menghindari COVID-19 sejak awal.

"Dan cara terbaik untuk tidak tertular COVID adalah dengan divaksinasi," katanya.

Semakin banyak orang dewasa mendapatkan vaksinasi, semakin banyak perlindungan yang dapat diberikan kepada anak-anak yang lebih kecil.

Tingkat vaksinasi yang lebih tinggi di suatu komunitas membantu menghentikan penyebaran infeksi.



Simak Video "Plasma Konvalesen Bantu Penyintas Terhindar dari Long Covid-19?"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)