Rabu, 23 Jun 2021 19:14 WIB

COVID-19 Melonjak, Ini 4 Rekomendasi Para Guru Soal Sekolah Tatap Muka

Rita Puspita Rachmawati - detikHealth
Uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di Ibu Kota, masih tetap berjalan di tengah lonjakan COVID-19. Salah satunya di Sekolah Memecah Pertama (SMP) Yamas, Kecamatan Makassar, Jakarta Timur. Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Indonesia menorehkan rekor baru dengan kasus positif COVID-19 harian tembus 15 ribu. Dari total 2 juta lebih kasus positif, sebanyak 12,5 persen yang terinfeksi COVID-19 adalah usia anak. Hal ini membuat kebijakan pembelajaran tatap muka yang rencananya akan dimulai 22 Juli mendatang perlu dikaji ulang.

Angka kematian anak akibat COVID-19 di Indonesia merupakan yang tertinggi di dunia, yaitu 3 - 5 persen. Artinya, dari 8 kasus yang positif COVID-19 di Indonesia, 1 kasus adalah usia anak.

Merespon hal ini, Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menyebut melonjaknya kasus seharusnya menjadi peringatan bagi pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk segera menghentikan ujicoba Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

"Jika kasus terus melonjak dan sulit dikendalikan, maka pemerintah daerah wajib menunda pembukaan sekolah pada tahun ajaran baru 2021/2022 yang dimulai pada 12 Juli 2021," ujar Heru Purnomo, Sekjen FSGI.

Terutama, di sejumlah daerah yang positivity ratenya di atas 5 persen. FSGI mengatakan, penghentian harus segera dilakukan agar jumlah anak yang berpotensi terinfeksi covid-19 dapat ditekan, termasuk tenaga pendidik (guru) yang wajib dilindungi dari penularan COVID-19.

"Mengingat kasus sangat tinggi dan positivity rate di sejumlah daerah di atas 5 persen, bahkan ada yang mencapai 17 persen. Kondisi ini sangat tidak aman untuk buka sekolah tatap muka," katanya, dikutip dari siaran pers FSGI.

Wakil Sekjen FSGI Mansur mengungkapkan, daerah dengan positivity rate di bawah 5 persen, boleh menerapkan kebijakan sekolah tatap muka. Dengan syarat, Pemerintah Daerah dapat menyediakan mekanisme kontrol langsung ke sekolah.

"Data faktual tentang kesiapan sekolah harus tersedia dengan benar. Data lokasi/zona sekolah dan kondisi Geografis lingkungan sekolah diperoleh, barulah pemerintah dapat memberikan izin sekolah untuk tatap muka terbatas (bisa uji coba 25 persen, atau 50 persen)," tambah Mansur.

FSGI juga memberikan 4 rekomendasi terkait pembelajaran tatap muka yang wacananya akan dilaksanakan pada Juli 2021.

KLIK DI SINI UNTUK KE HALAMAN SELANJUTNYA



Simak Video "DPR Usul Tes Corona Guru-Murid Sebelum PTM, Nadiem: Anggaran dari Mana?"
[Gambas:Video 20detik]
(Rita Puspita Rachmawati/up)