Senin, 28 Jun 2021 15:49 WIB

WHO Perkirakan Vaksin Booster COVID-19 Tahunan Dibutuhkan

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Antusiasme warga untuk mendapatkan vaksin COVID-19 di Trans Studio Mall Cibubur, Depok, Jawa Barat, terpantau sangat tinggi. Beginilah potret saat dari proses antre hingga vaksinasi. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa masyarakat, terutama orang yang paling rentan terhadap COVID-19, seperti lansia, perlu mendapatkan vaksin booster Corona tahunan agar bisa terlindungi dari varian.

Sebuah dokumen internal yang dilihat oleh Reuters menunjukkan vaksin booster tahunan 'indikatif' untuk individu berisiko tinggi menjadi skenario dasar sementara suntikan vaksin booster untuk masyarakat umum diberikan setiap dua tahun sekali.

Tidak diketahui bagaimana kesimpulan ini dicapai, tetapi menekankan bahwa varian baru akan terus muncul dan vaksin akan diperbarui secara berkala untuk mengatasi ancaman ini.

Dokumen tersebut, yang tertanggal 8 Juni yang masih berproses ini memprediksi 12 miliar dosis vaskin COVID-19 akan diproduksi secara global mulai tahun depan.

WHO menolak mengomentari isi dokumen internal terkait vaksin booster tersebut.

Sementara itu juru bicara GAVI mengatakan COVAX sedang dalam diskusi untuk mempertimbangkan berbagai skenario terkait pemberian vaksin.

GAVI, dalam dokumen lain yang dilihat Reuters mengatakan skenario lain dapat digunakan untuk menentukan strategi vaksinasi global WHO dan perkiraan dapat berubah ketika data baru muncul tentang peran vaksin booster dan durasi perlindungan vaksin.

AstraZeneca mulai uji klinis pemberian vaksin booster

Astrazeneca dan Universitas Oxford telah mulai melakukan uji coba untuk menguji keampuhan vaksin booster untuk menghadapi varian Corona Beta. Vaksin booster yang dinamai AZD2816 ini telah dimodifikasi agar mampu menangkal gejala parah Covid-19 akibat infeksi virus corona varian Beta.

Diperkirakan uji coba ini akan melibatkan 2.250 relawan dari Inggris, Afrika Selatan, Brasil, dan Polandia. Relawan yang dipilih adalah mereka yang sudah mendapatkan imunisasi lengkap.

"Pengujian penyuntikan 'booster' vaksin yang ada dan vaksin untuk varian baru penting dilakukan untuk memastikan bahwa kita selangkah lebih siap menghadapi pandemi virus corona, jika penggunaannya diperlukan," kata Andrew Pollard, kepala penyelidik dan direktur Oxford Vaccine Group di Universitas Oxford.



Simak Video "Kemenkes Bicara soal Usulan Vaksinasi Keempat Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)