Rabu, 30 Jun 2021 10:31 WIB

Deretan Vaksin COVID-19 Ini Diklaim Ampuh Lawan Varian Delta

Vidya Pinandhita - detikHealth
Antusiasme warga untuk mendapatkan vaksin COVID-19 di Trans Studio Mall Cibubur, Depok, Jawa Barat, terpantau sangat tinggi. Beginilah potret saat dari proses antre hingga vaksinasi. Ilustrasi vaksin COVID-19. (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Berbagai varian baru COVID-19 bermunculan, termasuk varian Delta yang disebut-sebut lebih menular dan berpotensi lolos dari respons kekebalan vaksin COVID-19. Varian yang memiliki nama resmi B1617.2 dan pertama kali ditemukan di India ini dituding sebagai penyebab lonjakan COVID-19 di beberapa negara.

Sejumlah penelitian menyebut, vaksin COVID-19 yang ada saat ini masih mampu menekan tingkat gejala hingga risiko kematian akibat infeksi varian Delta. Karenanya, tidak ada lagi alasan untuk ragu-ragu. Begitu ada kesempatan, segera vaksin!

Berikut deretan vaksin COVID-19 yang teruji ampuh melawan varian Delta dalam sejumlah riset ilmiah:

1. Vaksin AstraZeneca

Berdasarkan hasil studi oleh Oxford bersama Public Health England (PHE), vaksin Corona AstraZeneca 92 persen efektif mencegah rawat inap akibat varian Delta.

PHE memaparkan, tingkat perlindungan tersebut setara dengan efektivitas AstraZeneca melawan varian Alpha (B117) yang pertama kali diidentifikasi di Kent, Inggris Tenggara.

"Temuan yang sangat penting ini membuktikan bahwa vaksin memberikan perlindungan yang signifikan terhadap rawat inap akibat varian Delta," kata Mary Ramsay, Kepala Imunisasi di PHE, dikutip dari Reuters, Rabu (30/6/2021).

2. Vaksin Pfizer

Berdasarkan riset oleh PHE, 2 dosis vaksin Corona Pfizer/BioNTech memiliki tingkat efektivitas 96 persen dalam mencegah risiko rawat inap akibat infeksi varian Delta.

Pendapat lain disampaikan oleh Chris Robertson, Profesor Epidemiologi Kesehatan Masyarakat, Universitas Strathclyde. Menurutnya, menyesuaikan dengan usia dan komorbiditas, varian Delta mampu menggandakan risiko rawat inap. Namun, vaksin masih mengurangi risiko itu.

"Jika Anda dites positif, maka dua dosis vaksin atau satu dosis selama 28 hari secara kasar mengurangi risiko Anda dirawat di rumah sakit hingga 70 persen," katanya.

Dua minggu setelah dosis kedua, vaksin Pfizer diketahui memiliki 79 persen perlindungan terhadap infeksi dari varian Delta. Sedangkan vaksin AstraZeneca memiliki 60 persen perlindungan terhadap Delta.

Bagaimana dengan vaksin Sinovac dan vaksin Sputnik V, seberapa ampuh melawan Varian Delta? Simak di halaman berikut.

Selanjutnya
Halaman
1 2