Jumat, 02 Jul 2021 22:32 WIB

Setop Borong Ivermectin! Apoteker: Obat Cacing Tidak untuk Cegah COVID-19

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
man hand holding his nutritional supplemets, healthy lifestyle background. Foto: iStock
Jakarta -

Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) angkat bicara soal kontroversi obat anti parasit Ivermectin untuk COVID-19. Dalam beberapa broadcast yang viral, obat ini disebut bisa mencegah infeksi virus Corona COVID-19.

Tak ayal, obat ini jadi buruan di apotek-apotek maupun lapak online. Ketua Komite Pencegahan COVID-19 IAI Prof Apt Keri Lestari Dandan, S.Si, M.Si mengingatkan, uji klinis yang kini sedang dilakukan terhadap Ivermectin adalah sebagai terapi, dan bukan untuk pencegahan.

"Sangat tidak direkomendasikan penggunaan untuk pencegahan COVID-19 menggunakan obat Ivermectin," tegas Prof Keri dalam konferensi pers Jumat (2/7/2021).

"Sebagai obat cacing atau obat anti parasit sesuai izin edar yang dikeluarkan BPOM, dinyatakan bahwa obat tersebut dalam indikasinya hanya digunakan satu tahun sekali (sebagai obat cacing)," lanjut prof Keri.

Jika dikonsumsi untuk tujuan pencegahan COVID-19, maka akan ada risiko efek samping yang harus diperhitungkan dari penggunaan secara rutin dalam jangka panjang. Sebagai terapi pun, penggunaan Ivermectin ini hanya bisa diberikan dengan pengawasan dokter.

Terkait dosis Ivermectin untuk terapi COVID-19, anggota Dewan Pakar IAI Prof Dr Apt Yahdiana Harahap, MS mengungkap risetnya masih sangat terbatas. Sejauh ini, penelitian yang dilakukan umumnya masih dalam skala laboratorium.

"Harusnya sebelum uji klinis harus dilakukan studi adjustment dari dosis sebagai obat cacing ke anti virus COVID-19 kalau memang mau dilakukan," terang Prof Yahdiana.

"Dia (Ivermectin) bisa mematikan virus kalau konsentrasi 5 mikro molar. Sedangkan sudah dinaikkan pun dosisnya 8,5 kalinya itu konsentrasi di dalam tubuh hanya ditemukan 0,28 mikro molar. Artinya 1/250. Ini concern dosis itu harus diperhatikan," jelas Prof Yahdiana.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dengan tegas telah mengingatkan bahwa Ivermectin adalah obat keras yang hanya bisa digunakan atas resep dan petunjuk dokter. Sangat tidak disarankan untuk membeli sendiri dengan tujuan apapun, baik terapi maupun pencegahan. Apalagi beli lewat jalur ilegal di lapak online.



Simak Video "Larangan Keras BPOM soal Promosi Ivermectin sebagai Obat COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)