Sabtu, 03 Jul 2021 12:01 WIB

Berlebihan Minum Vitamin Saat Pandemi, Apakah Berbahaya?

Firdaus Anwar - detikHealth
Suplemen Foto: iStock
Jakarta -

Suplemen vitamin untuk menjaga imun tubuh banyak dicari orang di tengah pandemi COVID-19. Sebagian dari vitamin tersebut terkadang diketahui memiliki dosis berlebih dari yang dibutuhkan tubuh.

Hal ini kemudian menimbulkan pertanyaan, apakah konsumsi vitamin yang berlebihan malah berbahaya?

Dokter spesialis gizi klinik, dr Raissa Edwina Djuanda, mengingatkan agar orang-orang tidak perlu sampai kalap mengonsumsi vitamin. Ini karena tubuh tidak akan menyerap kandungan vitamin yang berlebih dan hanya akan dibuang lewat urine.

"Misal vitamin C kita minum dosis 1.000 (miligram), padahal sehari-hari dibutuhkan hanya sekitar 75 sampai 90 miligram sebenarnya oleh tubuh kita. Sisanya akan diapain? Akan dibuang lewat urine," papar dr Raissa dalam program e-life dan dikutip pada Sabtu (3/7/2021).

dr Raissa menjelaskan konsumsi vitamin berlebih dalam jangka panjang bisa saja memberatkan kinerja ginjal. Oleh sebab itu sumber vitamin yang diutamakan seharusnya dari konsumsi makanan bergizi seimbang, bukan suplemen.

"Jadi memang lebih disarankan dari makanan karena sifat vitamin tadi hanya tambahan. Sebenarnya kalau kita sehat-sehat saja enggak masalah, kita enggak perlu konsumsi tambahan vitamin lagi," kata dr Raissa.

"Tapi kondisi sekarang kayaknya yang kena COVID lagi banyak banget. Walaupun kita lagi sehat takutnya sekitar ada yang diisolasi seperti itu... untuk yang kontak erat saran saya boleh konsumsi suplemen. Tapi enggak usah jangka panjang juga, paling hanya selama isolasi saja atau dilebihkan maksimal satu bulan," pungkasnya.



Simak Video "Peranan Vitamin C Dukung Penyembuhan COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)