Sabtu, 03 Jul 2021 15:01 WIB

Penting! Ini Kata Pakar soal Satu-satunya Cara Paling Ampuh Hadapi Varian Delta

Vidya Pinandhita - detikHealth
Pasien COVID-19 di RSD Wisma Atlet, Jakarta, meningkat. Kini Bed Occupancy Rate (BOR) di Wisma Atlet menyentuh angka 80% dari kapasitas normal. Ilustrasi. (Foto: Rengga Sencaya)
Jakarta -

Seiring lonjakan kasus COVID-19 besar-besaran yang kini dihadapi Indonesia, muncul temuan sejumlah varian virus Corona baru. Di antaranya, varian Delta atau B1617.2 yang pertama kali ditemukan di India dan disebut-sebut lebih mudah menular. Bahkan, sejumlah pihak khawatir varian ini mampu 'kabur' dari vaksin.

Hal ini dibenarkan oleh profesor kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Maryland, Dr Kirsten Lyke. Ia menegaskan, hal terakhir yang bisa diupayakan untuk melindungi diri dari varian Delta adalah memakai masker.

"Varian Delta lebih infektif, lebih menular. Dengan begitu, ditambah masih ada sebagian besar negara yang belum 50 persen masyarakatnya divaksin, saya pikir rekomendasi masker adalah pendekatan paling tepat sejak awal pandemi," ujarnya, dikutip dari TIME, Sabtu (3/7/2021).

Pendapat serupa ditegaskan oleh dokter spesialis penyakit dalam asal Indonesia dr Andi Khomeini Takdir. Ia menyebut apa pun varian Corona yang muncul seiring mutasinya, masker adalah kunci.

"Varian apa pun yang kemudian nanti dirilis, kuncinya sebenarnya sederhana, masker. PR-nya kita sudah tahu, itu masker 2 lapis punya proteksi 90 persen which is lebih bagus, lebih tinggi daripada hanya 1 (lapis masker)," terang dokter spesialis penyakit dalam dr Andi Khomeini Takdir, SpPD, dalam konferensi pers virtual, Selasa (29/6/2021).

"Jangan hanya berhenti sebatas kita tahu, tapi kita jadikan sebagai kebiasaan. Kita disiplinkan, kita ingatkan satu sama lain. Hanya dengan itu kita bisa turunkan kasusnya," lanjutnya.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyatakan masker dobel 90 persen efektif mencegah dari penularan virus. Ditambahkan oleh Satgas COVID-19, masker medis sebaiknya digunakan berlapis dengan masker kain.

Agar tidak mengganggu filtrasi, sebaiknya masker medis tidak digunakan berlapis dengan masker medis lainnya. Sedangkan masker KN95 lebih baik tidak didobel dengan masker jenis apa pun.



Simak Video "Kritikan Ahli Atas Kebijakan Inggris Tangani Lonjakan Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/fds)