Minggu, 04 Jul 2021 11:09 WIB

Viral Tes Kumur untuk COVID-19 di Indonesia, Akurat Nggak Sih?

Rita Puspita Rachmawati - detikHealth
Jakarta -

Tes kumur untuk mendeteksi COVID-19 tengah jadi perbincangan. Bagaimana tidak, tes ini tentu jauh lebih nyaman dibanding swab atau colok hidung.

Adakah GSI Lab dan Biofarma yang meluncurkan inovasi tes kumur sebagai alternatif tes COVID-19 baru-baru ini. Tes kumur ini langsung viral dan banyak dipertimbangkan masyarakat karena metodenya yang mudah dan lebih nyaman ketimbang tes PCR colok hidung.

Dikutip dari akun Instagram @gsilab.id, tes kumur diklaim memiliki akurasi hingga 98 persen dan bisa digunakan untuk anak-anak di atas 3 tahun. Hasil dari tes kumur ini juga bisa langsung didapatkan di hari yang sama.

Merespons hal ini, ahli biologi molekuler dari Universitas Yarsi Ahmad Rusdan Utomo, PhD menyebut tes kumur adalah inovasi yang menjanjikan. Hal ini karena tes kumur lebih nyaman dilakukan dari swab nasofaring.

Jika dibandingkan dengan tes ludah yang sempat digunakan, Ahmad menyebut bahwa tes kumur atau gargle lebih akurat. Ia juga mengatakan bahwa tes kumur lebih tinggi sensitivitasnya ketimbang menggunakan ludah.

"Kalau tes sebelumnya menggunakan ludah, tapi sensitivitasnya agak rendah sekitar 30-40 persen. Tapi inovasi tes kumur atau tepatnya gargle nampaknya lebih tinggi sensitivitasnya," ujarnya pada detikcom, Minggu, (4/7/2021).

Meski diklaim akurat, Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satgas COVID-19 Alexander K Ginting menyebut bahwa tes kumur ini belum masuk rekomendasi WHO.

Ia melanjutkan, WHO masih menetapkan tes swab nasofaring dan orofaring sebagai standar tes COVID-19. Sejumlah penelitian juga menemukan bahwa tes swab nasofaring atau tes colok hidung memberikan hasil yang lebih bisa diandalkan.

Karenanya, Alex menyebut penggunaan tes kumur sebagai alat deteksi COVID-19 masih harus diteliti lebih lanjut.

"Belum direkomendasikan dan perlu uji lab pembanding yang ditunjuk oleh WHO," tutupnya.

(up/up)