Minggu, 04 Jul 2021 11:39 WIB

Kondisi Kesehatan Jane Shalimar Sebelum Meninggal, COVID-19 hingga Pneumonia

Destria - detikHealth
Jane Shalimar saat berkunjung ke kantor detikcom. Jane Shalimar (Foto: Asep Syaifullah/detikHOT)
Jakarta -

Setelah sempat bergelut melawan COVID-19, artis dan politisi Jane Shalimar meninggal dunia pada hari Minggu (4/7/2021) di usia 41 tahun. Kondisi kesehatan Jane Shalimar sempat dinyatakan kritis akibat COVID-19 dan penyakit komorbid yang diidapnya.

Kabar duka tersebut disampaikan oleh Olive yakni sahabat dari Jane Shalimar, melalui kiriman pesan berantai dari keluarga Jane Shalimar.

"Telah berpulang ke Rahmatullah Jane Shalimar binti Dicky Sadikin, pada usia 41 tahun, pada hari Minggu, 04 Juli 2021 pukul 04.20 WIB," tulis isi pesan tersebut.

Sebelum dinyatakan meninggal dunia, Jane Shalimar harus berjuang lebih besar. Hal ini disebabkan oleh kondisi kesehatan yang dialaminya.

1. Terpapar COVID-19

Jane Shalimar terindikasi terpapar COVID-19 pada 24 Juni 2021. Jane Shalimar harus berjuang, karena bukan hanya terpapar COVID-19, ia pun harus menghadapi penyakit penyerta yang diidapnya yaitu asma.

"Ada penyakit bawaan, ada asma, asma sudah (berat) tambah lagi COVID. Awalnya di rumahnya ada adik sama suaminya, positif juga dan (saat itu) Kak Jane belum. (tanggal) 17,19 Juni dia sakit, pas 24 Juni tes positif, langsung gejala berat," jelas Olive, sahabat Jane Shalimar.

2. Komorbid asma

Selain terinfeksi COVID-19, Jane Shalimar ternyata memiliki komorbid atau penyakit penyerta yaitu asma yang membuat kondisinya semakin parah.

"Dipicu sakit asma, gejala berat, saturasi oksigen rendah banget," tutur Olive sahabat Jane Shalimar saat dihubungi detikcom, Senin (28/6/2021).

3. Pneumonia bilateral

Sebelum dikabarkan meninggal dunia, Jane Shalimar mengalami pneumonia bilateral. Kabar kondisi tersebut didapatkan dari sebuah pesan berantai dari Dr GD yang menyebut Jane Shalimar kritis karena mengalami pneumonia berat spesifik COVID-19.

"Sebelumnya kami mengikuti terus penanganan JS di JMC dengan penuh dan banyak pertimbangan serta keadaan klinis secara fisik maupun laboratorium & diagnostik Thorax Foto maka JS mengalami pneumonia bilateral (Kedua paru-parunya) pneumonia berat spsifik COVID-19 + dengan perluasan awan dan infiltrat (kabut putih) di kedua paru-parunya," demikian isi pesan tersebut soal kondisi Jane Shalimar.

Saat mengalami pneumonia bilateral, jaringan di sekitar kantung udara (jaringan interstisial) mengalami iritasi dan bisa dipenuhi nanah atau cairan lainnya. Jika kondisinya memburuk, bisa menyebabkan luka permanen pada paru-paru.



Simak Video "Temuan Seputar Varian Omicron yang Perlu Jadi Perhatian"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)