ADVERTISEMENT

Senin, 05 Jul 2021 16:21 WIB

Kisah Pilu Ditolak 20 RS, Tak Sempat Dirawat, Meninggal karena COVID-19

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal
Jakarta -

Kasus COVID-19 melonjak, kisah sulit mencari hunian RS semakin berseliweran di lini masa. Dari mulai perjuangan mencari stok oksigen hingga ditolak RS berkali-kali.

Seperti yang dialami Fenita Slamat, wanita asal Tangerang. Sang ayah positif COVID-19 dan meninggal dunia usai tak sempat mendapat pertolongan di masa kritis saat sesak napas.

Ia sempat mencari bantuan lewat media sosial. "Ada yg tau ga cara hubungi wisma atlet? Dan cara masuk kesana? Atau RS yang masih bisa terima? Papa konfirm COVID-19 keadaan sudah sesak napas," demikian cuitan Fenita dalam akun pribadi Instagramnya, Minggu (4/6/2021).

Banyak pesan yang mengirimkan beragam informasi soal RS dan bantuan oksigen, tetapi lima jam kemudian setelah postingan diunggah, Fenita mengabarkan ayahnya sudah tiada. Dua hari sudah, sejak Sabtu (3/7/2021) hingga Minggu (4/7/2021) Fenita dan keluarga mencari hunian perawatan untuk ayah, tetapi ada sekitar 20 RS menolak lantaran pasien COVID-19 sudah membludak.

"20 RS ada kali bener-bener sudah nggak mau terima pasien sama sekali, meski waiting list sudah nggak mau terima," cerita dia saat dihubungi detikcom Senin (5/7/2021).

"Satu Tangerang sudah aku cari, bener-bener sudah nggak ada yang mau menangani. Mau kondisi parah banget mereka jadi sudah lepas tangan karena sudah overload," tambahnya.

Pilunya, perjuangan Fenita tak hanya sebatas mencari hunian RS untuk mendiang ayah. Saat kondisi ayah sudah semakin drop karena saturasi oksigen semakin rendah, stok oksigen juga sulit didapat.

Ia sampai rela mencari stok oksigen di e-commerce online meski harganya dinilai sudah tak masuk akal.

"3,8 juta aku beli, bahkan awalnya mau order di e-commerce lain ada yang 4 juta-an," sambung dia.

"Aku butuh cepat meskipun harga sudah nggak normal, ya mau nggak mau," tutur Fenita sambil menegaskan banyak informasi stok oksigen gratis dari pemerintah tapi tak bisa cepat diakses seperti langsung membeli.

Ia merasa Corona kini semakin ganas. Gejala COVID-19 yang dikeluhkan sang ayah bahkan tak seperti keluhan COVID-19. Tak ada batuk atau demam yang disebut Feni, tiba-tiba ayahnya mengalami sesak napas saat hasil tes positif COVID-19.

"COVID-19 sekarang gejalanya sudah nggak terlalu jelas. Sudah dua orang juga temen ayah meninggal gejala nggak ada sesak napas padahal ada penyakit jantung dan kanker paru-paru tapi saturasi oksigen terus turun," tuturnya.

"Virusnya lebih ganas sekarang, cepet banget:(," jelasnya, menggambarkan infeksi COVID-19 membuat kondisi ayahnya semakin drop dengan cepat.



Simak Video "Studi AS Ungkap Covid-19 Memperparah Kerusakan Otak Jangka Panjang"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT