Selasa, 06 Jul 2021 15:12 WIB

ASI Menyembuhkan COVID, Mitos atau Fakta? Ini Penjelasannya

Ardela Nabila - detikHealth
Two people, mother with protective mask breastfeeding her baby son at home, they are at home do to pandemic outbreak quarantine. Ilustrasi menyusui. (Foto: Getty Images/iStockphoto/South_agency)
Jakarta -

Baru-baru ini, ramai kabar yang mengatakan bahwa air susu ibu atau ASI ampuh menyembuhkan COVID. Ternyata, sebelumnya sudah terdapat sejumlah riset yang meneliti terkait hal ini.

Salah satunya adalah studi yang dilakukan oleh para peneliti di University of Rochester Medical Center (URMC) dan berkolaborasi dengan sejumlah universitas lainnya.

Dalam studi tersebut, peneliti menemukan bahwa ASI tidak akan menularkan virus SARS-CoV-2 melalui ASI, tetapi justru bisa memberikan antibodi yang bisa menetralkan virusnya.

Studi yang terbit pada 9 Februari lalu di jurnal mBio itu menganalisis 37 sampel ASI dari 18 ibu menyusui yang terinfeksi COVID-19. Hasilnya, tidak ada satupun sampel yang mengandung virus Corona dan dua pertiga dari sampel justru mengandung dua antibodi khusus untuk virus.

"Kami menemukan kadar IgA yang tinggi, yaitu antibodi yang biasa ditemukan pada darah dan cairan tubuh lainnya, di ASI. IgA bermigrasi dalam transfer mukosa, dengan demikian dapat dikatakan ibu bisa memberikan antibodi ini," ujar Mark Sangster, PhD, peneliti dan profesor di Department of Microbiology and Immunology, dikutip dari laman resmi URMC.

Adapun riset lain terkait ASI ampuh menyembuhkan COVID yang dilakukan oleh para ahli di China pada akhir September 2020 silam. Riset tersebut menguji efek ASI pada sel yang terpapar virus SARS-CoV-2 yang sampelnya telah dikumpulkan sejak tahun 2017.

Hasil penelitian menunjukkan, ASI terbukti bisa membunuh sebagian besar strain virus yang hidup. Selain itu, ASI juga bisa memblokir replikasi virus setelah masuk ke dalam sel.

Dipimpin oleh Profesor Tong Yigang dan rekannya dari Beijing University of Chemical Technology, mereka mencampurkan sejumlah sel sehat ke ASI manusia dan mengekspos sel tersebut ke virus.

Ternyata, hasil dari pengamatannya membuktikan hampir tidak ada pengikatan atau masuknya virus ke dalam sel-sel tersebut dan pengobatan dapat menghentikan replikasi virus ke dalam sel yang terinfeksi.

Tong Yigang dan rekannya menyimpulkan, bahwa infeksi dapat dikalahkan oleh ASI yang memiliki efek menekan pada bakteri dan virus.

Menurut dugaan, virus Corona merupakan virus yang sensitif terhadap beberapa protein yang ditemukan dalam ASI. Meski demikian belum banyak penelitian yang dilakukan, sehingga terkait ASI ampuh obati COVID masih harus ditelaah lebih lanjut.



Simak Video "ASI Bisa Bantu Transfer Antibodi COVID-19 ke Anak"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)